Gaza, 27 Rajab 1437/5 Mei 2016 (MINA) – Brigade Izzuddin Al-Qassam, Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan agresi militer Israel ke Jalur Gaza berlanjut.
Brigade Al-Qassam, dalam pernyataan militer yang dirilis Rabu (4/5) malam, menyerukan kepada penjajah entitas Zionis itu agar segera meninggalkan Gaza tanpa alasan apapun dan mempersilahkan mereka untuk mengatasi ketakutannya dan ketakutan para pemukim ilegal Yahudi di luar pagar pemisah Jalur Gaza.
Sebagaimana Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza, melaporkan, Brigade Al-Qassam juga menegaskan aksi terobos militer Israel yang dimulai sejak Selasa (3/5) pagi adalah pelanggaran yang jelas terhadap perjanjian kesepakatan gencatan senjata pada 2014 lalu dan merupakan agresi baru ke Jalur Gaza.
Al-Qassam menjelaskan bahwa satuan teknik militer Israel di dua titik menerobos masuk ke wilayah timur Kota Rafah sejauh 150-200 meter di dalam wilayah Jalur Gaza. Sementara titik kedua berada di timur Kota Gaza sejauh 200 meter di dalam wilayah Jalur Gaza.
Baca Juga: Banyak Tentara Israel Kena Mental Akibat Agresi Berkepanjangan di Gaza
Sejak Rabu pagi, di wilayah timur Jalur Gaza terjadi peningkatan ketegangan yang diselingi dengan serangan senjata artileri dan pesawat tempur Israel menyerang sejumlah target dekat perbatasan sebelah timur.
Sementara itu, para pejuang Palestina membalas dengan melancarkan beberapa tembakan roket ringan. (L/K02/R05)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Dipimpin Ekstremis Ben-Gvir, Ribuan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi