Damaskus, MINA – Komando Umum Tentara Suriah mengeluarkan pernyataan terkait situasi yang sedang berlangsung di Aleppo dan Idlib, di tengah serangan oleh kelompok militan yang gencar di kedua wilayah itu.
Pernyataan tersebut menyoroti konfrontasi sengit antara pasukan Suriah dan kelompok militan yang berafiliasi dengan Hay’at Tahrir al-Sham (sebelumnya Front al-Nusra), yang didukung oleh tentara bayaran, artileri berat, dan pesawat tanpa awak. Al-Mayadeen melaporkan.
Pernyataan itu menegaskan kembali komitmen militer Suriah untuk menjamin keselamatan warga sipil dan merebut kembali kendali kota-kota dari kelompok militan.
Meskipun menghadapi serangan multi-front, pasukan Suriah telah terlibat dalam operasi pertahanan yang agresif di garis depan sejauh 100 kilometer, yang mengakibatkan jatuhnya korban di antara tentara dan militan, menurut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Imigrasi AS Tangkap Mahasiswi Turki Karena Dukung Palestina
Tentara menjelaskan, skala serangan dan kepentingan strategis kedua wilayah menyebabkan pengerahan taktis telah dilakukan untuk memperkuat garis pertahanan dan menyerap dampak serangan, sambil juga mempersiapkan serangan balik.
Pernyataan itu juga menekankan bahwa tindakan yang diambil bersifat sementara dan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memulihkan kendali penuh pemerintah atas Aleppo dan Idlib. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Presiden Kuba: Israel Terus Lakukan Pemusnahan Warga Palestina