Aliansi Perlawanan Palestina Kecam Usulan Pasukan Asing Memerintah di Gaza

Ilustrasi: Sayap militer gerakan pelawanan Hamas siaga dengan persenjataan roket. (Foto: File/ SamaNews)

Damaskus, MINA – Faksi pada hari Sabtu (30/3) mengecam proposal Israel yang menyarankan pasukan Arab asing harus memerintah di Jalur Gaza.

Hamas dan faksi lainnya memperingatkan bahwa proposal tersebut bertujuan menjebak negara-negara Arab dalam menjalankan agenda Israel di Gaza, di tengah kegagalan drastis mereka di medan perang. Al-Mayadeen melaporkan.

Faksi-faksi tersebut juga memperingatkan, dalam sebuah pernyataan di Damaskus, tentang bahayanya mematuhi usulan tersebut.

Mereka menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan “perangkap dan kebohongan Zionis baru” yang coba diterapkan oleh Amerika Serikat dan Israel untuk mengalihkan kekalahan mereka di Gaza.

“Dengan meminta bantuan negara-negara Arab tertentu, Israel, bersama dengan AS, berusaha menghindari kekalahan mengerikan yang mereka derita… untuk mengeluarkan tentara pendudukan dari rawa-rawa besar yang terjebak di Jalur Gaza,” bunyi pernyataan itu.

Mereka juga menekankan bahwa rakyat Palestina dapat memilih kepemimpinan mereka sendiri untuk memerintah Jalur Gaza guna mempertahankan kedaulatan nasionalnya dan menggagalkan semua rencana Israel-Amerika untuk melemahkan kemerdekaannya.

Usulan tersebut, menurut aksi Perlawanan, diajukan oleh Menteri Keamanan Israel Yoav Gallant sebelum Antony Blinken, Jake Sullivan, dan Lloyd Austin.

Selain itu, negara-negara Arab harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam “perangkap Zionis”, menurut aliansi faksi-faksi tersebut, melalui promosi atau dukungan terhadap plot Israel-Amerika. (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)