Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AlPIND Gelar Tabligh Akbar di Masjid JIC Jakarta

kurnia - Ahad, 11 Februari 2018 - 09:28 WIB

Ahad, 11 Februari 2018 - 09:28 WIB

113 Views ㅤ

Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Tabligh Akbar di JIC

Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Tabligh Akbar di JIC

Jakarta, MINA – Aliansi Perempuan Indonesia (ALPIND) menggelar Tabligh Akbar yang bertemakan “Semangat Persaudaraan Membangun Indonesia Penuh Berkah” di Masjid Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (10/2).

Ketua Alpind Ustadzah Atifah Hasan mengatakan, untuk membangun peradaban Islam di Indonesia ini juga tidak perlu menuntut sebuah kata “kesetaraan” yang tiada batas, tetapi membangun pola relasi (hubungan) antara lelaki dan perempuan secara harmonis untuk Indonesia yang bermartabat.

“Persaudaraan adalah penegasan komitmen dan ruh perjuangan. Bahwa kita tidak dapat menyelesaikan persoalan bangsa ini dengan sendiri sendiri tetapi harus saling bersinergis dan kebersamaan. Semangat kebersamaan saja tidak cukup kalau tidak dilandasi semangat persaudaraan,” kata Atifah kepada MINA di Jakarta.

Dia juga menambahkan, kata saudara inilah yang menjadi ruh perjuangan kita para perempuan Indoensia yang tidak dibatasi satu profesi, satu suku, satu bangsa, dengan penuh semangat persaudaraan sebangsa dan setanah air akan menjadi kokoh karena dilandasi oleh keyakinan akan nilai agama Islam dan nilai budaya Indonesia.

Baca Juga: HNW: Israel Tak Inginkan Perdamaian, Perlu Diberi Sanksi Keras dan Tegas

Aliansi Perempuan Indonesia melihat bangsa ini kini dalam kondisi kritis, baik dalam permasalahan sosial, ekonomi dan dekadensi moral yang berdampak besar terhadap ketahanan keluarga.

“Tingginya konflik rumah tangga yang selalu berujung perceraian yang mayoritas disebabkan masalah ekonomi, dekadensi moral generasi muda mulai pergaulan bebas, narkoba, putus sekolah, tingkat kekerasan baik itu tawuran, gang motor, dan bullying antar sesama dan kejahatan seksual, pornografi bahkan kecenderungan orientasi perilaku seksual yang menyimpang atau LGBT menjadikan Indonesia dalam keadaan darurat,” jelas Atifah.

Sementara itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Euis Sunarti yang menjadi salah satu pengurus dalam organisasi ini menyoroti masalah rancangan KUHP yang kini sedang dibahas oleh DPR. Euis memprihatinkan kehadiran 25 anggota parlemen Eropa dan komisi HAM PBB yang hadir ke DPR dan ikut campur dalam masalah hukum di Indonesia.

Organisasi yang dipelopori oleh dai-dai perempuan lintas profesi ini akan fokus menggarap pembangunan ketahanan keluarga. Karena inilah subsistem yang paling mendasar dari subsistem sosial yang terbesar yakni negara. dan juga dihadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (L/R03/RS3)

Baca Juga: KLHK: Delapan Provinsi Siaga Karhutla

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda