Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AWG Serukan Penguatan Tekad Pembebasan Masjidil Aqsa dalam Penutupan BSP 2025

sajadi Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 30 November 2025 - 22:04 WIB

Ahad, 30 November 2025 - 22:04 WIB

11 Views ㅤ

Ketua BSP 2025 Nur Hadis (foto: Sidik/MINA)
Ketua BSP 2025 Nur Hadis (foto: Sidik/MINA)

Jakarta, MINA – Penutupan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2025 di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad (30/11) berlangsung penuh semangat dan seruan penguatan komitmen umat terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjidil Aqsa.

Ketua BSP 2025 Nur Hadis dalam sambutannya menegaskan, Bulan November memiliki kedudukan penting dalam sejarah perjuangan Palestina. Sejumlah peristiwa besar terjadi di bulan ini, seperti Deklarasi Balfour, syahidnya Yaser Arafat, lahirnya Resolusi PBB, hingga Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

Nur Hadis menjelaskan, di Indonesia, kepedulian terhadap Palestina diwujudkan melalui inisiatif Aqsa Working Group (AWG) dengan  menyelenggarakan Bulan Solidaritas Palestina secara konsisten.

“Tahun ini merupakan tahun kelima setelah dimulai sebagai pekan solidaritas pada 2021 dan menjadi BSP sejak 2022,” ujarnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Ia juga memaparkan rangkaian aktivitas besar yang digelar sepanjang November ini, antara lain: Daurah Baitul Maqdis bersama Syekh Prof. Dr. Abd Fattah El-Awaisi di Semarang, Pengibaran Bendera Palestina–Indonesia di 23 Gunung di seluruh Indonesia, Expo Palestina dan Bedah Buku di Taman Ismail Marzuki (TIM), Pengibaran Bendera Palestina–Indonesia di Sungai Kapuas dan Sungai Mahakam, Festival Baitul Maqdis, Solidarity Run, Apel 1000 Relawan untuk Palestina dan kegiatan lain yang digelar di berbagai kota di Indonesia.

Nur Hadis menekankan, seluruh kegiatan tersebut adalah bentuk upaya perjuangan umat untuk membebaskan Masjidil Aqsa.

“Semoga setiap langkah kita dicatat sebagai amal kebajikan di sisi Allah. Penutupan acara ini bukan berarti menutup solidaritas kita untuk Palestina,” tegasnya.

Ia menambahkan, perjuangan membebaskan Masjidil Aqsa dan mendukung kemerdekaan Palestina memerlukan tekad yang kuat, perjalanan panjang, dan kesatuan.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Sementara itu, Ketua Presiden AWG, Muhammad Anshorullah, dalam pidatonya kembali mengingatkan bahwa Masjidil Aqsa merupakan amanah bagi seluruh umat Islam.

“Di Masjid Istiqlal ini kita serukan bahwa Masjidil Aqsa adalah milik dan hak Umat Muslim di seluruh dunia. Maka pembebasan Masjidil Aqsa adalah tanggung jawab Umat Muslim di seluruh dunia,” ujarnya.

Ia menegaskan, Masjid Al-Aqsa hingga kini masih berada dalam cengkeraman dan terus dinodai Zionis Israel, sehingga perjuangan untuk membebaskannya tidak boleh berhenti.

“Acara BSP merupakan salah satu upaya nyata untuk membebaskan Masjidil Aqsa,” tambahnya.

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Anshorullah menutup pernyataannya dengan mengajak umat meneladani para tokoh pembebas Masjidil Aqsa yangm melakukan dengan cara berjamaah.

“Pembebasan Masjid Al-Aqsa dilakukan dengan berjamaah, seperti yang dicontohkan oleh sahabat Umar bin Khattab dan Salahuddin Al Ayyubi,” katanya.

Penutupan BSP 2025 menjadi momentum mempertegas bahwa solidaritas Indonesia untuk Palestina akan terus berlanjut, hingga terwujudnya kemerdekaan Palestina dan bebasnya Masjidil Aqsa dari penjajahan.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Indonesia
Breaking News