Aminullah Usman Buka MQK Tingkat Banda Aceh

Banda Aceh, MINA  – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Kota Banda Aceh, di halaman Pesantren Terpadu Inshafuddin, Banda Aceh, Jumat (9/11).

MQK diharap dapat meningkatkan sumber daya manusia khususnya dikalangan santri dalam memahami kitab kuning.

“Lomba membaca kitab kuning ini kita gelar sebagai bentuk komitmen kita mewujudkan Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariat. Salah-satu priotitasnya di bidang agama,” kata Aminullah.

Aminullah mengatakan untuk mewujudkan komitmen tersebut, pemerintahannya akan menggelar banyak kegiatan keagamaan memperebutkan piala wali kota Banda Aceh.

“Beberapa waktu lalu sudah kita gelar MTQ, Dalail Khairat dan even lainnya yang juga memperebutkan piala Wali Kota,” kata Aminullah.

Aminullah menilai dengan memahami kitab kuning, para santri dapat memahami Islam lebih dalam karena kitab tersebut banyak membahas hadis-hadis Nabi.

Dia meminta para santri yang menjadi peserta lomba membaca kitab kuning serius karena berpeluang mewakili Banda Aceh di event tingkat Provinsi Aceh tahun depan.

Aminullah juga meminta Kota Banda Aceh menjadi tuan rumah MQK tingkat Provinsi Aceh tahun 2019 mendatang.

“Saya minta Banda Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah,” kata Aminullah.

Sementara itu, Kepala Disdik Dayah Provinsi Aceh, Usamah El-Madny menyampaikan penegakan penerapan syariat Islam di Aceh dan Banda Aceh bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi membutuhkan dukungan Dayah.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mengkonsolidasi sumber daya santri dan memobilisasi serta membangun semangat mereka agar menyadari bahwa bahwa pembangunan Aceh dan Banda Aceh juga menjadi tanggungjawab santri,” kata Usamah.

Kegiatan hasil kolaborasi Pemko Banda Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Kota dengan Dinas Pendidikan Dayah Provinsi ini akan memperebutkan piala Wali Kota. Kegiatan lomba diikuti 54 santri dari 34 dayah di Banda Aceh.

“Melalui event ini kami ingin menunjukkan bahwa santri bisa dan insyaAllah lomba membaca kitab kuning akan melahirkan kader-kader yang paham agama secara mendalam, secara benar sehingga tidak ada lagi isu dan imej diluar bahwa santri itu ekstrim dan radikal,” kata Ketua Panitia kegiatan lomba dan Kepala Disdik Dayah Kota, Tgk Tarmizi Daud. (L/AP/RS3 )