Jakarta, MINA – Amnesty Internasional pada Rabu (22/2) secara resmi mengeluarkan laporan tahunan kasus pelanggaran HAM yang mencakup 159 negara.
Peluncuran secara simbolis berlangsung di Washington DC dan beberapa negara, termasuk di Indonesia. Di tanah air, isu ras dan agama kembali menjadi perhatian setelah media meramaikan pemberitaan mantan Gubernur Basuki Thahaja Purnama alias Ahok yang dikenai hukuman atas kasus penistaan agama yang menimpa dirinya.
Menurut Direktur Eksekutif Internasional Indonesia Usman Hamid, SARA akan semakin tajam utamanya menjelang pemilihan kepala daerah serentak tahun ini. Karenanya, sejak isu SARA muncul pada kasus Ahok, isu ini akan kembali ramai di tanah air.
Namun, Indonesia yang terkenal dengan negara yang menjunjung toleransi sejak lama masih punya kesempatan untuk mengembalikan label itu.
Selain di Indonesia, Amnesty mencatat politik kebencian juga berhasil dilakukan di Amerika Serikat. Donald Trump selama kampanye kepresidenannya berulang kali mengucapkan ujaran kebencian, namun dia tetap menang.
“Melihat hal ini, tentu akan berdampak pada replikasi oleh negara lain untuk mencoba hal yang sama,” kata Usman.
Pada 2017, dua isu lainnya yang menjadi perhatian Amnesty adalah seratus tahun pelanggaran HAM Israel di Palestina sejak menjajah tanah itu.
Selain Palestina, isu yang menjadi sorotan lainnya adalah upaya pembersihan etnis terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.(L/RE1/P2)
Baca Juga: Imaam Yakhsyallah Mansur: Ilmu Senjata Terkuat Bebaskan Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kunjungi Rasil, Radio Nurul Iman Yaman Bahas Pengelolaan Radio