Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNPB: 14 Bencana Baru, Mayoritas Hidrometeorologi Basah

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 13 November 2025 - 04:56 WIB

Kamis, 13 November 2025 - 04:56 WIB

4 Views ㅤ

Dua RT di Pesanggrahan Terendam Banjir (Dok : BPBD Pesanggrahan)

Jakarta, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 14 bencana baru, Selasa-Rabu (12-13/11) sebagian besar kejadian ini merupakan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, longsor, dan angin kencang yang dipicu oleh curah hujan tinggi serta kondisi geologi daerah rawan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD daerah untuk memastikan penanganan cepat dan tepat sasaran.

“BNPB bersama BPBD di seluruh provinsi terus melakukan pemantauan dan memperbarui data lapangan untuk mendukung pengambilan keputusan serta distribusi bantuan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (12/11).

BNPB mencatat banjir terjadi di Kabupaten Cilacap, Pangandaran, Aceh Jaya, Deli Serdang, dan Kota Tegal. Di Cilacap, banjir disebabkan meluapnya Sungai Cibeureum dan Cikawung, menggenangi 1.201 rumah warga. Sedangkan di Pangandaran, sebanyak 293 kepala keluarga terdampak dengan ratusan rumah terendam.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Selain banjir, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bandung Barat dan Magetan, Jawa Timur. Di Magetan, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka berat akibat tertimpa material longsor.

“Sebagian besar wilayah kini mulai berangsur normal, namun tim di lapangan tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan,” tambah Abdul Muhari.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan pada November ini.

“Kami mengimbau masyarakat menjaga kebersihan saluran air dan memantau informasi cuaca dari BMKG,” katanya.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD terus melakukan penanganan darurat, termasuk distribusi bantuan logistik, air bersih, serta pembersihan material longsor dan lumpur di lokasi terdampak. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia