Anggota Parlemen Hizbullah: Sanksi AS “Ancaman Bagi Demokrasi”

Anggota Parlemen Lebanon Ali Bazzi. (Foto: dok. Nahar Net)

Washington, MINA – Anggota Parlemen Lebanon Ali Bazzi dari blok Pembangunan dan Pembebasan pada Selasa (16/7) menggambarkan, sanksi AS terhadap dua anggota parlemen Hizbullah sebagai “ancaman terhadap demokrasi.”

Bazzi menyuarakan pernyataannya di Washington saat ia memimpin delegasi parlemen memenuhi undangan dari Kongres AS. Dia mewakili Ketua Parlemen Nabih Berri, demikian Nahar Net melaporkan.

“Ketika suatu negara menjatuhkan sanksi kepada anggota parlemen dari negara lain, ini merupakan ancaman bagi demokrasi dan kategorisasi orang-orang sesuai dengan kepentingan negara tertentu, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi,” kata Bazzi, berbicara kepada delegasi parlemen dari lebih 20 negara, di hadapan anggota Kongres AS.

“George Washington memerangi pendudukan Inggris demi kebebasan dan kemerdekaan, dan juga di negara saya ada orang yang menentang dan menentang pendudukan dan terorisme, karena mereka menyukai kebebasan, martabat nasional, dan kemerdekaan,” katanya.

Departemen Keuangan AS telah menempatkan dua anggota Hizbullah dari Parlemen Lebanon pada daftar hitam sanksinya Selasa pekan lalu. Ini pertama kali Washington membidik politisi terpilih kelompok Hizbullah. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)