Amman, MINA – Anggota parlemen Yordania pada Senin (18/3) menyerukan untuk mengusir duta besar Israel dari Amman, dalam menanggapi “agresi Israel yang sedang berlangsung” di tempat-tempat suci di Yerusalem.
Hal itu, sebagai respons atas pihak Israel yang menutup sebagian dan larangan untuk beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsha dalam beberapa waktu terakhir.
Seruan parlemen menentang putusan pengadilan Israel yang menutup beberapa gerbang kompleks Masjid Al-Aqsha,. The New Arab melaporkan melaporkan.
“Parlemen merekomendasikan pemerintah untuk memanggil kembali duta besar Yordania dari Israel, dan mengusir duta besar Israel dari Amman, untuk menghadapi agresi Israel yang sedang berlangsung di tempat-tempat suci di Yerusalem yang diduduki,” lapor kantor berita resmi Petra.
Baca Juga: Puluhan Ekstremis Yahudi Serang Komandan IDF di Tepi Barat
Anggota parlemen juga meminta pemerintah untuk berbicara kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang “menghentikan pelanggaran Israel dan melindungi rakyat Palestina”.
Menurutnya, Yordania adalah satu-satunya negara Arab selain Mesir yang memiliki perjanjian damai dengan Israel. Namun perjanjian itu sangat ditentang oleh warga Yordania, lebih dari setengahnya berasal dari Palestina.
Pada Ahad (17/3) pengadilan Israel memerintahkan penutupan sementara bangunan samping yang dikenal sebagai Gerbang Emas di kompleks Masjid Al-Aqsha, yang dilaim oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount.
Yordania mengutuk keputusan pengadilan, dengan mengatakan bahwa Israel akan memikul “tanggung jawab penuh atas konsekuensi berbahaya” dari keputusan tersebut.
Baca Juga: Tentara Israel Cemas Jumlah Kematian Prajurit Brigade Golani Terus Meningkat
Dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi bentrokan antara jamaah warga Palestina dan polisi Israel di lokasi tersebut sehubungan dengan penggunaan gerbang ke Al-Aqsha. (T/Gun/RS2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Anakku Harap Roket Datang Membawanya ke Bulan, tapi Roket Justru Mencabiknya