Riyadh, MINA – Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman meminta bantuan dari Presiden AS Donald Trump untuk membantu menghadapi kelompok bersenjata Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran, kata dua sumber yang mengetahui masalah ini pada Jumat (11/9).
Trump mengadakan setidaknya dua percakapan telepon dengan pemimpin Saudi pada Kamis, kata sumber. Defence News melaporkan.
Pada akhirnya, Washington mengatakan kepada Riyadh bahwa mereka belum bersedia mengambil tindakan militer langsung untuk saat ini, tetapi akan membantu dalam berbagi intelijen dan penargetan, kata kedua sumber tersebut.
Seorang pejabat senior Gedung Putih yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, Washington sedang berdialog terus-menerus dengan Arab Saudi dan pemerintah Yaman.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
“Amerika Serikat fokus melindungi kepentingan inti keamanan nasional kami, seperti memastikan kebebasan navigasi di Laut Merah, sekaligus memberdayakan mitra regional kami untuk memimpin dalam mengelola dan menyelesaikan tantangan keamanan regional,” kata pejabat tersebut.
Kantor media pemerintah Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar atas panggilan telepon dan percakapan antara kedua pemimpin tersebut.
Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS, melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Kamis untuk berdialog, kata dua sumber. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic