Washington, MINA– Amerika Serikat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-250 pada Sabtu (4/7) di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda puluhan negara bagian.
Cuaca bersuhu tinggi akibat fenomena heat dome membayangi berbagai rangkaian peringatan nasional, sehingga pemerintah federal dan otoritas daerah mengambil langkah antisipasi untuk melindungi jutaan warga yang mengikuti parade, konser, pertunjukan kembang api, dan berbagai acara perayaan lainnya. Al-Jazeera melaporkan.
Menurut Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS), fenomena heat dome atau kubah panas menyebabkan udara panas terperangkap di atas wilayah yang luas selama beberapa hari.
Akibatnya, suhu di sejumlah kota besar diperkirakan menembus kisaran 38–40 derajat Celsius, bahkan indeks panas terasa lebih tinggi karena tingkat kelembapan yang meningkat. Sekitar 160 juta penduduk di lebih dari 30 negara bagian diperkirakan terdampak oleh kondisi cuaca tersebut sepanjang akhir pekan libur nasional.
Baca Juga: Bernie Sanders Ungkap AIPAC Gelontorkan Dana Besar untuk Jegal El-Sayed
Di berbagai kota, pemerintah setempat mengerahkan berbagai upaya untuk mengurangi dampak panas ekstrem. New York, misalnya, membuka pusat pendinginan, menyediakan kendaraan keliling yang membagikan air minum, tabir surya, serta layanan pemeriksaan kesehatan.
Sementara itu, Philadelphia membatalkan atau mengubah lokasi sejumlah kegiatan ke dalam ruangan, sedangkan Washington DC mengeluarkan peringatan panas ekstrem karena diperkirakan akan dipadati ratusan ribu pengunjung yang menghadiri rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan.
Meski demikian, berbagai agenda peringatan tetap berlangsung di sejumlah wilayah. Perayaan tahun ini memiliki makna khusus karena menandai seperempat milenium sejak Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat diadopsi pada 4 Juli 1776.
Berbagai acara seperti parade, pertunjukan udara, konser, pesta kembang api, hingga festival masyarakat tetap digelar dengan pengawasan ketat terhadap kondisi kesehatan peserta dan pengunjung.
Baca Juga: Adam Hamawy, Dokter Misi Kemanusiaan Gaza yang Kini Terpilih Jadi Anggota Kongres AS
Selain meningkatkan risiko dehidrasi, sengatan panas (heatstroke), dan gangguan kesehatan lainnya, suhu tinggi juga memperbesar ancaman kebakaran hutan di wilayah barat Amerika Serikat yang saat ini menghadapi kondisi kering berkepanjangan.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air, serta segera mencari tempat teduh apabila mengalami gejala kelelahan akibat panas.
Gelombang panas yang bertepatan dengan perayaan nasional tersebut menambah daftar tantangan yang dihadapi Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir akibat cuaca ekstrem. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Abdul El-Sayed dari Demokrat Jadi Muslim Pertama yang Terpilih Masuk Senat AS
















Mina Indonesia
Mina Arabic