Washington, MINA — Militer Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerugian besar dalam perang melawan Iran setelah kehilangan puluhan pesawat nirawak canggih MQ-9 Reaper.
Total kerugian tersebut diperkirakan menembus lebih dari Rp12 triliun seiring meningkatnya jumlah drone yang hancur dalam pertempuran di kawasan Timur Tengah itu. Anadolu melaporkan, Sabtu (11/4).
Laporan terbaru menyebutkan, sejak awal April 2026, sedikitnya 24 unit drone jenis MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat telah jatuh atau dihancurkan.
Penambahan jumlah ini terjadi setelah beberapa insiden terbaru yang menambah daftar kerugian militer Washington di tengah eskalasi konflik dengan Iran.
Baca Juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Harga Minyak Langsung Meledak
Secara finansial, kerugian tersebut diperkirakan mencapai sekitar 720 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp12 triliun. Nilai ini didasarkan pada harga satu unit drone MQ-9 Reaper yang dapat mencapai sekitar 30 juta dolar AS, tergantung spesifikasi dan perlengkapan tempurnya.
MQ-9 Reaper dikenal sebagai salah satu drone tempur paling canggih milik Amerika Serikat. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini digunakan untuk misi intelijen, pengintaian, pengawasan, hingga serangan presisi, sehingga kehilangan dalam jumlah besar menjadi pukulan signifikan terhadap kemampuan operasi militer AS di kawasan.
Di sisi lain, data yang dihimpun dari berbagai laporan menunjukkan bahwa operasi militer gabungan AS dan Israel telah menyerang lebih dari 13.000 target di wilayah Iran sejak akhir Februari 2026. Namun, Iran juga dilaporkan melakukan serangan balasan ke berbagai target di sedikitnya 12 negara, menunjukkan konflik berlangsung luas dan kompleks.
Meski gencatan senjata sementara selama dua pekan telah diumumkan, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya stabil. Ketegangan tetap tinggi, terutama dengan laporan serangan lanjutan di sejumlah wilayah seperti Lebanon. []
Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic