Washington, MINA – Presiden Donald J. Trump pada Sabtu (29/11) mengumumkan bahwa ruang udara di atas dan sekitar Venezuela tertutup sepenuhnya.
Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di media sosial miliknya, ditujukan kepada maskapai, pilot, pengedar narkoba, dan penyelundup manusia.
Anadolu melaporkan, langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan AS dengan pemerintah Venezuela, dan diiringi oleh pengerahan militer AS di kawasan Karibia.
Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut, termasuk kapan penutupan udara itu berlaku secara efektif atau bagaimana penegakkannya akan dilakukan.
Baca Juga: Krisis Pangan di Sudan Meluas, 21 Juta Jiwa Terancam
Menanggapi pengumuman itu, pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menyebutnya sebagai “ancaman kolonialis” yang melanggar kedaulatan nasional dan hukum internasional.
Caracas menegaskan bahwa klaim penutupan udara oleh kekuatan asing tidak memiliki dasar hukum dan menolak tunduk pada intervensi eksternal.
Sejumlah maskapai internasional telah mulai membatalkan atau menangguhkan penerbangan ke dan dari Venezuela menyusul peringatan dari otoritas penerbangan AS dan laporan meningkatnya aktivitas militer di sekitar wilayah udara tersebut.
Aksi ini berdampak pada mobilitas warga serta upaya kemanusiaan dan diplomatik yang tengah berlangsung.
Baca Juga: Spanyol Dukung Israel Dikeluarkan dari Kontes Lagu Eurovision 2026
Para pengamat memperingatkan bahwa keputusan sepihak semacam ini berpotensi memicu konflik internasional yang lebih luas, terutama jika diiringi dengan tindakan militer di masa mendatang. Situasi ini membawa kemungkinan ketegangan baru tidak hanya di wilayah Amerika Latin, tapi juga bagi negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik maupun transportasi udara dengan Venezuela.
Ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat sejak Washington menuduh pemerintahan di Caracas terlibat dalam penyelundupan narkoba dan perilaku yang membahayakan keamanan regional.
Sejak September 2025, AS telah melakukan sejumlah serangan terhadap kapal yang dipercaya membawa narkoba, serta memperkuat posisi militernya di Karibia.
Krisis ini menunjukkan eskalasi baru dalam upaya AS menekan pemerintahan Venezuela — sementara Caracas terus menolak tudingan tersebut dan menegaskan kedaulatannya. []
Baca Juga: Parlemen Eropa Setujui Pembatasan Medsos untuk Remaja di Bawah 16 Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)















Mina Indonesia
Mina Arabic