Jakarta, MINA – Rusia sedang menghadapi masalah jumlah penduduk usia produktifnya terus menyusut. Untuk mengatasi krisis ini, Moskow mulai melirik Indonesia sebagai salah satu sumber tenaga kerja potensial.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov mengungkapkan bahwa isu kerja sama ketenagakerjaan ini baru pertama kali masuk dalam agenda bilateral kedua negara pada tahun lalu. Menurutnya, langkah ini adalah respons atas fenomena penuaan populasi yang tengah melanda Rusia.
“Kami mulai merekrut dari negara-negara tetangga di Asia Tengah. Namun sekarang, perusahaan-perusahaan Rusia mulai melihat ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar Tolchenov dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/6).
Ia menambahkan, komunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), dan perusahaan penyalur tenaga kerja lokal telah terjalin. Namun, Tolchenov menekankan bahwa perlindungan hak-hak pekerja Indonesia menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
“Kami memahami betul bahwa pemerintah Indonesia sangat serius melindungi warganya di luar negeri. Karena itu, kami ingin memastikan semua proses berjalan transparan dan memiliki payung hukum yang kuat,” tegasnya.
Rusia sendiri saat ini mengalami krisis demografi yang serius. Tingkat kelahiran rendah dan struktur masyarakat yang menua membuat sektor manufaktur, konstruksi, hingga jasa kekurangan tenaga kerja secara masif. Kondisi ini diperparah oleh situasi geopolitik yang membatasi mobilitas pekerja dari kawasan barat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
















Mina Indonesia
Mina Arabic