Bacaan Doa Qunut Nazilah

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Da’i Ponpes Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jabar.

Pengertian

Lafadz Qunut (قنوت) dalam hal ini artinya berdoa saat berdiri dalam shalat. Sedangkan Nazilah (نازلة) artinya : Bencana yang sangat berat.

Qunut Nazilah secara umum maksudnya adalah doa yang dipanjatkan saat berdiri dalam shalat, setelah i’tidal pada rakaat terakhir, saat terjadi bencana besar yang menimpa kaum Muslimin secara massal. Seperti adanya pihak yang memerangi kaum Muslimin di Jalur Gaza akibat serangan Ziois Israel, penindasan kaum Muslimin di India baru-baru i8ni, dan musibah besar lainnya.

Qunut Nazilah merupakan bentuk perhatian dan empati seorang muslim terhadap nasib yang menimpa saudara-saudaranya walau di tempat yang jauh, dalam bentuk memanjatkan doa kepada Allah. Di dalamnya terdapat ketergantungan kepada Allah dan persaudaraan terhadap sesama kaum Muslimin.

Imam An-Nawawy menjelaskan, Qunut Nazilah adalah doa pada saat ada peristiwa yang menimpa kaum Muslimin, dengan tujuan untuk menyingkirkan atau melenyapkan penganiayaan dari musuh, menyingkirkan bala’ (bencana), dan sebagainya.

Landasan Qunut Nazilah

Landasan Qunut Nazilah antara lain berdasarkan hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu :

أَنَّ رِعْلاً وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَبَنِي لَحْيَانَ اسْتَمَدُّوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عَدُوٍّ فَأَمَدَّهُمْ بِسَبْعِينَ مِنَ الْأَنْصَارِ كُنَّا نُسَمِّيهِمُ الْقُرَّاءَ فِي زَمَانِهِمْ كَانُوا يَحْتَطِبُونَ بِالنَّهَارِ وَيُصَلُّونَ بِاللَّيْلِ حَتَّى كَانُوا بِبِئْرِ مَعُونَةَ قَتَلُوهُمْ وَغَدَرُوا بِهِمْ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو فِي الصُّبْحِ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَبَنِي لَحْيَانَ

Artinya : “Bahwa Kabilah Ri’lan, Dzakwan, Usaiyyah dan Lahyan pernah meminta bantuan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menghadapi musuh mereka. Maka baginda mengutus bantuan sejumlah 70 orang sahabat dari kalangan sahabat Anshar. Mereka para sahabat tersebut dikenal dengan sebutan al-Qurra pada zamannya, yaitu orang yang mengantarkan makanan untuk orang-orang yang memerlukan pada siang hari dan banyak menunaikan shalat pada malam hari. Selanjutnya, sampailah mereka pada suatu tempat bernama Bi’ru Ma’unah. Namun tiba-tiba mereka dikhianati dan bahkan dibunuh oleh kabilah-kabilah di sana. Kemudian sampailah berita itu kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu, baginda membaca Qunut (Nazilah) selama sebulan penuh, termasuk melaksanakan qunut tersebut dalam shalat Subuh, sebagai doa untuk dikenakan balasan atas pengkhianatan Bani Ri’lan, Dzakwan, ‘Usayyah dan Bani Lahyan.”(HR Bukhari).

قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلَاةِ الصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ

Artinya : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah melakukan qunut selama sebulan terus-menerus pada waktu shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan shalat Subuh di penghujung setiap shalat, ketika baginda mengucapkan, ‘Sami’allaahu liman hamidah’ pada rakaat yang terakhir. Baginda melaknat kampung Bani Sulaim, Ri’lin, Dzakwan, Ushayyah dan diamini oleh makmum di belakang beliau.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud dan Al-Hakim).

Pada hadits lain disebutkan juga Qunut beliau pada peristiwa lain :

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فِي الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ قَنَتَ اللَّهُمَّ أَنْجِ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ أَنْجِ سَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ

Artinya : “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ketika mengucapkan, ‘Sami’a-llaahu liman hamidah’ pada rakaat terakhir shalat Isya’, Lalu beliau melakukan qunut (berdoa, yang artinya) : “Ya Allah, selamatkanlah ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah. Ya Allah selamatkanlah al-Walid bin al-Walid. Ya Allah, selamatkanlah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, selamatkanlah orang-orang Mukmin yang tertindas. Ya Allah, ambillah kekuatan kabilah Mudhar dengan sekuat-kuatnya. Ya Allah, binasakanlah mereka selama bertahun-tahun, sebagaimana tahun-tahun (kelaparan yang menimpa zaman) Nabi Yusuf.” (HR Bukhari).

Bacaan pada Qunut Nazilah

Disunahkan untuk tidak memperpanjang doa, tidak memberatkan jamaah, dan hendaknya mencontoh tuntunan Nabi Shallalllahu ‘Alaihi Wasallam. Hal ini diperkuat dengan penuturan Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ketika ditanya,“Apakah Rasulullah melakukan qunut pada waktu shalat Subuh juga?” Dia menjawab, “Benar, setelah melakukan ruku’ dengan bacaan yang pendek (ringan).” (H.R. Muslim).

Doa Qunut Nazilah dibaca secara jahar (suara keras/terdengar oleh makmum) baik pada shalat jahriyah (bacaan keras seperti Shubuh, Maghrib dan Isya), maupun sirriyah (bacaan pelan seperti Dzuhur dan Ashar).

Ketika berdoa Qunut Nazilah, boleh mengangkat tangan atau tidak. Sementara makmum mengaminkannya.

Adapun contoh doa Qunut Nazilah (dalam salat baca Arabnya saja, artinya tidak usah), seperti diamalkan Imaam Yakhsyallah Mansur adalah sebagai berikut :

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ

“Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu.”

اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ

“Ya Allah hanya kepada-Mulah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.”

اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ, وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن

“Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum Muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, dan tolonglah hamba-hamba-Mua yang mengesakan Engkau, dan hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam).”

اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى فلِسْطِيْنَ وَفِى الْهِنْدِ وَفِى سُوْرِيَا وَفِى الْيَمَنِ وَفِى الصِّيْنِ وَفِى بُرْمَى خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً

“Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Palestina dan di India dan di Suriah dan di Yaman dan di Cina dan di Myanmar pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.”

أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِالَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ

“Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir yang memerangi Islam dan kaum Muslimin.”

اَللَّهُمَّ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

“Ya Allah, goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.”

وَصَلَّ اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لَلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Dan semoga shalawat selalu tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya, dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Atau jika belum hafal seluruhnya, dapat diambil yang lebih ringkas pada bagian akhir :

اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى فلِسْطِيْنَ وَفِى الْهِنْدِ وَفِى سُوْرِيَا وَفِى الْيَمَنِ وَفِى الصِّيْنِ وَفِى بُرْمَى خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً

“Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Palestina dan di India dan di Suriah dan di Yaman dan di Cina dan di Myanmar pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.”

أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِالَّذِيْنَ يُحَارِبُوْنَ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir yang memerangi Islam dan kaum Muslimin.

اَللَّهُمَّ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

“Ya Allah, goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.”

وَصَلَّ اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لَلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Dan semoga shalawat selalu tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya, dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Atau doa Qunut Nazilah lainnya yang senada dengan hal itu. Semoga Allah mengabulkan permohonan kita untuk kemenangan orang-orang beriman di berbagai belahan dunia ini. Aamiin. (A/P2/RS2).

Mi’raj News Agency (MINA)