BAHRAIN GELAR PELATIHAN KEUANGAN ISLAM DAN PRODUK HALAL

Kampus BIBF. (Foto: Trade Arab)
Kampus BIBF. (Foto: Trade Arab)

Manama, 16 Jumadil Awwal 1436/7 Maret 2015 (MINA) – Bahrain dijadwalkan menggelar pelatihan pertama pemusatan modal syariah dan produk halal serta sektor gaya hidup Muslim mulai Mei 2015 mendatang.

Pelatihan yang digelar Bahrain Institute of Banking and Finance (BIBF) melalui kemitraan dengan Dinar Standard, Perusahaan konsultasi dan penelitian strategi pertumbuhan berbasis di New York, telah dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif Waqf Fund untuk meningkatkan pelatihan keuangan Islam di wilayah tersebut.

Pengumuman itu disampaikan saat konferensi pers di Kampus BIBF di Juffair, Bahrain, belum lama ini, demikian Gulf Daily News melaporkan sebagaimana dikutip Halal Times dan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu.

Khalid Hamad , Ketua Waqf Fund dan Bank Sentral Bahrain E.D. untuk pengawasan perbankan mengatakan Bahrain secara khusus berupaya meningkatkan posisinya sebagai pusat keuangan regional untuk mendukung sektor makanan dan gaya hidup halal, menyediakan ukuran potensi yang signifikan.

Rafi-Uddin Shikoh, Kepala Eksekutif Dinar Standard, mengatakan bahkan sebagai modal Islam tetap bertahan untuk mencari peluang pertumbuhan baru, ada keterlibatan sangat terbatas dengan sektor ekonomi halal yang terkait.

“Ada kebutuhan besar untuk mengembangkan profesional keuangan Islam pemahaman tentang peluang dan cara untuk meningkatkannya dalam hal investasi, modal kerja, pembiayaan perdagangan, takaful dan kebutuhan lainnya,” tambahnya.

“Investasi Strategis di pihak perusahaan modal swasta Islam dalam makanan halal dan gaya hidup yang terkait perdagangan  dan bisnis, pembiayaan perdagangan, pembiayaan modal kerja, merger dan akuisisi, takaful, dana lainnya adalah beberapa cara keuangan Islam dapat memanfaatkan sektor-sektor tersebut.”

Pembagian makanan halal dan gaya hidup Muslim akan mencapai 24,7 triliun Dolar AS pada tahun 2018, berdasarkan laporan ‘Kondisi Ekonomi Islam Dunia 2014’, yang diterbitkan Thomson Reuters dengan bantuan Dinar Standard.

Kepala Pusat Akademisi BIBF, Ahmed Al-Rayes, mengatakan, kursus tingkat manajerial disesuaikan untuk para eksekutif serta manajer keuangan Islam dan takaful.

“Ini akan memberikan peserta sebuah ringkasan dari peluang pasar halal dan fokus pada bidang tertentu dari pembiayaan/kebutuhan takaful dan kesenjangan kunci sektor ekonomi makanan halal, perawatan pribadi, farmasi, media dan rekreasi, wisata dan fashion,” tambahnya.(T/R05/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0