Bappenas: IDF 2018 Fokus Atasi Ketimpangan Ekonomi

Jakarta, MINA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang P.S. Brodjonegoro menyebutkan ada tujuh fokus bahasan pada Indonesia Development Forum (IDF) tahun 2018.

IDF 2018 merupakan wadah diskusi bertaraf internasional untuk mendiskusikan isu strategis dan agenda prioritas pembangunan Indonesia, sekaligus mencari solusi inovatif yang sesuai dengan konteks pembangunan di Indonesia.

“Dalam rangka untuk mengidentifikasi solusi-solusi cerdas, maka pada IDF 2018 ini, saya harapkan kita sama-sama fokus untuk berdiskusi dan mendukung upaya konkrit setidaknya pada tujuh area atau sub tema yang telah ditetapkan,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara IDF 2018 di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (10/7).

Bambang merinci ketujuh sub tema tersebut, yaitu: 1) Pengembangan Pusat Pertumbuhan: Tantangan dan Praktik Baik, 2) Upaya mengurangi Kesenjangan Daerah Tertinggal dan Perbatasan, 3) Perbaikan pelayanan dasar untuk mengurangi kesenjangan wilayah, 4) Memanfaatkan potensi ekonomi digital untuk mendorong pembangunan daerah, 5) Penguatan konektivitas Indonesia sebagai negara Kepulauan, 6) Inovasi dalam tata kelola pemerintahan daerah, dan 7) Pengoptimalan Sumber Pendanaan Pembangunan.

Oleh karena itu, IDF 2018 mengangkat tema “Terobosan untuk Mengatasi Kesenjangan Antarwilayah di Seluruh Nusantara” dan bertujuan untuk mewadahi pemerintah Indonesia, akademisi, masyarakat sipil, mitra pembangunan dan masyarakat secara umum untuk mengumpulkan perspektif pembangunan lintas-disiplin.

IDF 2018 hadir sebagai bentuk komitmen Kementerian PPN/Bappenas dalam menggalang pemikiran dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong upaya pengurangan kesenjangan antarwilayah.

Menurutnya, dalam meneruskan IDF 2017, maka IDF 2018 akan mempertemukan seluruh stakeholders terkait mulai dari kalangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, akademisi, pelaku bisnis, civil society, masyarakat luas serta unsur pemuda hingga mitra pembangunan internasional untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman guna memberikan solusi konkrit yang berdasarkan pada pengetahuan, pengalaman, dan fakta.

“Guna memetakan isu, solusi dan aktor dari wilayah barat hingga timur Indonesia, Bappenas telah melaksanakan kegiatan Road to IDF di beberapa kota yaitu Padang, Banjarmasin, Solo, dan Ambon yang merepresentasikan karakteristik wilayah untuk menangkap isu-isu dalam ketujuh sub-tema IDF 2018. Dari keempat daerah ini, kami telah merumuskan beberapa isu strategis yang sifatnya bottom up dari daerah yang bermanfaat pula untuk perumusan RPJMN 2020-2024,” paparnya.

Tema yang diusung tahun ini juga sejalan dengan salah satu agenda Nawa Cita dari Presiden Joko Widodo, yaitu ‘membangun Indonesia dari pinggiran’ dengan menguatkan sisi sosial, ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal dan kepulauan.

Bukti yang jelas terlihat adalah perbandingan pertumbuhan di Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya, antara provinsi-provinsi di wilayah barat dan timur, serta pertumbuhan di perkotaan dan pedesaan.

Dalam IDF 2018, pemerintah Indonesia melibatkan diskusi intens antara pemerintah lokal, sektor swasta, masyarakat umum dan segenap mitra-mitra pembangunan untuk memperbaiki keterhubungan dan akses terhadap pelayanan dan kesempatan-kesempatan ekonomi di wilayah Timur Indonesia.

“Kesenjangan antarwilayah merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multisektor. Pada IDF tahun ini, perangkat pemerintah, para peneliti, pelaku bisnis, masyarakat umum, para pemuda dan para pemangku kepentingan lainnya dalam sektor pembangunan dapat saling berinteraksi dalam dialog terbuka mengenai tantangan kesenjangan antarwilayah dan mencari solusi terbaik berbasis bukti untuk mengatasinya serta memetakan pendekatan-pendekatan baru dan inovatif,” tambahnya. (L/R10/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)