gaza-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /> Warga Palestina membawa korban yang terluka saat bentrokan dengan tentara Israel (Foto: File/Wafa)
Gaza, MINA – Bentrokan mewarnai prosesi pemakaman remaja Jalur Gaza ketika tentara menembaki pelayat yang mengiringi jenazah dekat dengan perbatasan.
Ribuan warga berkumpul di pusat Jalur Gaza pada hari Jumat (12/1) untuk memakamkan jenazah Ameer Abu Musaed berusia 16 tahun, yang ditembak mati oleh tentara Israel di sebelah timur kamp pengungsi Al-Bureij.
Prosesi pemakaman berangkat dari Rumah Sakit Shuhada Al-Aqsa di kota terdekat Deir Al-Balah, menuju ke kampung halamannya di kamp pengungsi Al-Maghazi di Jalur Gaza tengah.
Wafa yang dikutip MINA melaporkan, keluarga remaja diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum jenazah dibawa untuk dimakamkan.
Baca Juga: Pendudukan Israel 44 Kali Larang Adzan di Masjid Ibrahimi selama Februari 2025
Remaja tersebut tewas setelah ditembak di dadanya oleh tentara Israel yang ada di menara pengawas militer di sebelah timur kamp Al-Bureij. Penembakan terjadi dalam bentrokan antara pemuda dan pasukan Israel.
Abu Musaed adalah pemuda Gaza pertama yang terbunuh pada tahun 2018, saat demonstrasi memprotes keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Bentrokan pecah antara pelayat dan tentara Israel yang ditempatkan di menara militer di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, tempat tentara menembakkan peluru aktif dan tabung gas air mata pada pemuda yang mendekati perbatasan.
Sedikitnya satu pemuda terluka dan puluhan lainnya tercekik karena terhirup gas air mata. (T/B05/RI-1)
Baca Juga: Keluarga Sandera Kecam Netanyahu di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata
Mi’raj News Agency (MINA)