Washington DC, MINA – Sebuah video detik-detik militer Israel membunuh petugas medis Bulan Sabit Merah di Gaza telah beredar ke publik, dalam rekaman video itu terlihat militer menguntit dan menembaki mereka dengan sadis di sebuah jalan di jalur Gaza, 23 Maret yang lalu.
Rekaman video yang bersumber dari salah satu ponsel korban yang dibunuh Israel tersebut ditemukan di sebuah kuburan massal di Rafah akhir pekan lalu.
Dalam rekaman itu jelas sekali ambulan dan truk pemadam kebakaran yang ditumpangi oleh para pekerja medias tersebut ditandai dengan jelas dan memiliki lampu darurat yang menyala saat tentara Israel menembaki mereka.
New York Time (NYT) melaporkan, dalam pembantaian petugas medis oleh militer menunjukkan Israel menyerang 15 petugas medis yang dibantai di Gaza.
Baca Juga: Protes Netanyahu, Ribuan Orang di Tel Aviv Turun ke Jalan
Seorang paramedis mengucapkan syahadat dan doa terakhirnya ketika militer mulai menembak dan membunuh mereka.
Sebelumnya, Israel menyebut bahwa mereka tidak menyerang para medis, melainkan telah mengidentifikasi kendaraan yang mencurigakan.
Namun, klaim itu terbantahkan dengan video yang beredar yang menunjukan dengan jelas itu iring-iringan mobil ambulans paramedis menyalakan lampu dan tanda sebagai kendaraan medis.
Video tersebut telah disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB oleh Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, pada konferensi pers pada hari Jumat di PBB, yang dimoderatori oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Baca Juga: Hamas Rilis Video Sandera Israel di Gaza yang Masih Hidup
Video tersebut diberikan kepada NYT oleh seorang diplomat senior yang tidak mau disebutkan namanya di PBB.
Seorang juru bicara dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, Nebal Farsakh, mengatakan bahwa paramedis yang merekam video tersebut kemudian ditemukan meninggal dengan peluru di kepalanya di kuburan massal, dalam sebuah wawancara dari Ramallah.
Identitasnya tidak disebutkan karena dia memiliki kerabat di Gaza yang khawatir akan pembalasan Israel, kata diplomat PBB tersebut.
Sementara itu, pekan ini Netanyahu akan bertemu Trump di AS, untuk merevisi laporan pembunuhan petugas medis Palang Merah di Gaza. []
Baca Juga: Belum Selesai Kasus Korupsi, Netanyahu Kini Terjerat Qatargate
Mi’raj News Agency (MINA)