BI – IMF : PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR DAPAT ATASI MASALAH PEMBANGUNAN

Foto: Pajak.go.id
Foto: Pajak.go.id

Jakarta, 18 Dzul Qa’dah 1436/2 September 2015 (MINA) – Soal pembiayaan menjadi permasalahan utama dalam pembangunan, khususnya di tengah gejolak ekonomi saat ini. Namun, bagi kawasan Asia, pembangunan infrastruktur dianggap sebagai salah satu kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Penyataan tersebut muncul dari Konferensi Internasional yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang bertema “The Future of Asia’s Finance,” di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (2/9).

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W Martowardojo mengatakan, pihaknya menilai Pemerintah RI saat ini tengah serius membangun infrastruktur dan konektivitas antar daerah.

“Hal ini tentu membutuhkan pembiayaan besar, yang telah diupayakan melalui berbagai langkah, antara lain seperti pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM), sehingga memberi ruang fiskal yang cukup. Termasuk kerjasama dalam skema private public partnership (PPP), ” kata Agus.

Menurutnya, salah satu bentuk tantangan perekonomian adalah sulitnya mendapatkan pembiayaan guna mengatasi celah pembiayaan infrastruktur (infrastructure gap).

“Selain itu, peran pasar keuangan (financial deepening) dan inklusi keuangan (financial inclusion) juga penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan inklusif,” kata Agus.

Pembahasan dalam konferensi BI-IMF tersebut dibagi menjadi tiga subtema, yaitu; Financing for Development, Mobilizing resources for Development dan Financial Deepening adn Inclusion.

Dari diskusi itu diharapkan dapat menghasilkan pandangan yang cukup luas mengenai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan keberlanjutan perekonomian di Asia, khusunya di Indonesia. (L/P010/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0