Bintang Sepak Bola Muslim, Ilkay Gundogan Jadi Mesin Gol Manchester City

Ilkay Gundogan adalah seorang pemain sepak bola muslim berkewarganegaraan Jerman yang bermain untuk klub Manchester City pada posisi gelandang. Ia dijuluki sebagai mesin gol untuk Manchester City saat ini.

Gelandang Manchester City itu tercatat lebih tajam dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pada tahun 2021. Ia telah mengoleksi 11 gol dari 18 penampilan di Liga Inggris musim ini.

Menariknya, gelandang asal Jerman itu melesakkan 9 dari 11 golnya pada tahun 2021. Sembilan gol tersebut bersarang ke gawang Chelsea (1 gol), Crystal Palace (1), Aston Villa (1), West Brom (2), Liverpool (2), dan terbaru Spurs (2).

Pesepakbola kelahiran Gelsenkirchen, Jerman pada 24 Oktober 1990 itu sukses menambah pundi-pundi golnya ketika Manchester City menghadapi Tottenham Hotspur 3-0 pada laga pekan ke-24 Liga Inggris 2020-2021, Sabtu (13/2) waktu setempat.

Berduel di Etihad Stadium, Gundogan sukses mencetak brace alias dua gol untuk skuad asuhan Pep Guardiola. Ia mencetak gol pertamanya empat menit setelah turun minum lewat tendangan kaki kiri. Berselang 16 menit, Gundogan kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan panjang kiper Manchester City, Ederson Moraes.

Premier League

Ilkay Gundogan telah menjadi pemain penting Manchester City dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam dua laga Premier League, di mana Manchester City menang 4-1 atas Liverpool dan 3-0 atas Tottenham Hotspur, pemain asal Jerman ini berhasil mencetak dua gol dalam setiap pertandingan.

Sayangnya, kecemerlangan Gundogan harus dibayar mahal karena cedera pangkal paha yang baru diketahui setelah pertandingan kontra Tottenham Hotspur. Hal tersebut memastikan dirinya akan absen dalam kunjungan Manchester City ke Goodison Park.

“Gundo sudah dalam kondisi yang jauh lebih baik. Namun, saya merasa dia tidak siap untuk pertandingan besok,” ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers jelang laga.

Cucu Penambang Yang Sukses

Pemain berdarah Turki itu sudah menorehkan 11 gol untuk City di Liga Inggris, serta dua gol di Liga Champions dari lima pertandingan. Tak ada yang menyangka bahwa Gundogan bisa torehkan catatan gol sebanyak itu.

Memiliki darah Turki seperti Mesut Ozil, Gundogan juga sempat mendapat cibiran dari publik Jerman. Sama seperti Ozil, ia dianggap lebih beralifiasi politik dengan negara leluhurnya, Turki. Tuduhan itu datang kepadanya saat ia bertemu Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan di London pada Mei 2018.

Gundogan kemudian menolak dengan tegas bahwa ia memiliki afiliasi politik dengan Turki. Menurutnya, bertemu dengan Erdogan lebih dikarenakan sikap menghormati dirinya kepada tanah air leluhurnya.

“Apapun kritik yang diberikan, kami memutuskan untuk bersikap sopan dan menghormati presiden Turki,” kata Gundogan dikutip dari Arab News.

“Saya merasa terhormat tumbuh besar di Jerman, jadi merupakan pukulan berat bagi saya untuk digambarkan tidak memiliki integritas dan mengabaikan nilai-nilai hidup orang Jerman,” tambahnya.

Ada sekitar 3 juta warga Jerman yang memiliki darah Turki. Gundogan menghabiskan masa kecilnya di Gelsenkirchen, daerah imigran yang cukup populer karena munculkan banyak bintang sepakbola Jerman seperti Ozil dan Leroy Sane.

Kakek gundogan berasal dari Balikasir, Turki. Ia kemudian pindah ke wilayah Ruhr. Disana kakeknya bekerja sebagai penambang di sebuah pertambangan Nordstern.

“Latar belakang saya memberi saya tanggung jawab. Sejujurnya saya tidak mau terlibat dalam politik. Saya hanya seorang muslim yang berusaha bisa menjadi contoh yang baik bagi banyak pemuda muslim di Jerman,” katanya.

Bagi Gundogan, sepak bola bukan sekedar olahraga, namun ada hal yang lebih penting yakni sikap saling menghargai dan bersaing bersama dengan cara yang sehat.

“Sepakbola bukanlah tentang dari mana anda berasal, apa agama anda, itu tentang bersenang-senang bersama, bersaing bersama dan saling mendukung. Itu yang membuatnya mudah bagi saya untuk tumbuh dewasa,” ucap Gundogan.

Solidaritas Imigran Islam

Melansir data DW pada 2017, imigran di Jerman mencapai 23.6% dari total 81.7 juta populasi. Imigrand dari Turki menjadi yang terbanyak dengan persentase 3.4%, disusul Polandia (2.6%), Rusia (1.7%), Kazakhstan (1.5%), dan Rumania (1.1%)

Apa yang telah dicapai Ilkay Gundogan saat ini sebagai pesepakbola merupakan salah satu potret kesuksesan kaum pendatang di Jerman. Ia lahir di Gelsenkirchen, Jerman, tanggal 24 Oktober 1990, dari keluarga muslim asal Turki.

Menilik kegemilangan karier maupun finansial yang telah dicapainya, Gundogan mengaku punya tanggung jawab untuk mendukung komunitas mukmin di Jerman, khususnya bagi anak-anak imigran yang membutuhkan dukungan materi maupun psikologi.

“Latar belakang saya memberikan tanggung jawab itu. Banyak orang, tidak hanya orang-orang Turki, tetapi komunitas Islam di Jerman, saya salah satu dari banyak personal lain yang berusaha membantu mereka,” ucap Gundogan.

“Kaum muda muslim, khususnya di Jerman, mereka membutuhkan sosok yang diikuti untuk mencapai target hidup mereka,” imbuh mantan pemain Borussia Dortmund ini.

“Saya tumbuh dengan banyak anak-anak seperti itu, tidak hanya di sepak bola, tapi semuanya. Sulit bagi mereka untuk sukses. Orang-orang di sekelilingmu membentuk siapa dirimu,” katanya. (A/R11/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)