Ramallah, MINA – Ketua Bulan Sabit Merah Palestina, Younis Al-Khatib, menyerukan penyelidikan independen terhadap kejahatan pendudukan Israel di Jalur Gaza.
“Perlindungan juga harus diberikan kepada pekerja kemanusiaan di Jalur Gaza,” kata Al-Khatib, seperti dilaporkan Quds Press, Kamis (3/4).
Dia meminta pasukan pendudukan untuk memberikan informasi tentang salah satu petugas medisnya yang hilang di Tel al-Sultan, Rafah.
Ia menjelaskan bahwa asosiasi tersebut telah kehilangan 30 orang stafnya sebelum insiden di lingkungan Sultan di Rafah.
Baca Juga: Hari Paling Mematikan Dalam Dua Pekan, Israel Bunuh 77 Warga Gaza
Ia menekankan bahwa Israel telah memberlakukan blokade penuh terhadap Jalur Gaza selama lebih dari sebulan. “Ini jelas melanggar hukum humaniter internasional, dan kami menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk melakukan penyelidikan independen terhadap kejahatan pendudukan di Gaza.”
Sejak 18 Maret, tentara pendudukan Israel telah melanjutkan perang pemusnahannya di Gaza, mengingkari gencatan senjata 58 hari dan perjanjian pertukaran tahanan dengan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) yang dimulai pada 19 Januari 2025, yang ditengahi oleh Qatar dan Mesir dan didukung oleh Amerika Serikat.
Menurut Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, 1.163 warga Palestina telah tewas dan 2.542 lainnya terluka sejak tanggal 18 bulan lalu, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Arab Saudi Kecam Serbuan ke Al-Aqsa oleh Ben-Gvir