Covid-19: Rekomendasi Manajemen untuk Daerah yang Baru Mengalami Outbreak

Oleh: Dr. Yogi Prabowo, SpOT
Pendiri, Presidium dan Relawan Medis MER-C

Seiring arus mudik, terjadi peningkatan jumlah kasus nasional, sementara di DKI Jakarta kurva kasus melandai.

Mau tidak mau harus diakui walaupun PSBB di DKI Jakarta tidak sempurna, namun berkontribusi dalam penurunan kasus di DKI.

Hal lain yang perlu dicermati dan difokuskan adalah angka mortalitas atau angka kematian.

Kita lihat pada kurva nasional angka kematian mengalami penurunan pada bulan April dan awal Mei, tetapi naik lagi pada pertengahan Mei seiring arus mudik.

Faktor yang disinyalir berkontribusi dalam menaikkan angka mortalitas adalah “Shock Phenomena” tenaga kesehatan (nakes) dalam menangani kasus Covid-19. “Fearness“, kebingungan terjadi menyebabkan “Secondary Neglected Care” pasien-pasien terduga Covid-19.

Namun seiring waktu berjalan, angka kematian menurun, faktor fearness dan kebingungan nakes berkurang, availabilitas alat cek PCR semakin baik dan kemampuan besar.

Nah belajar dari pengalaman DKI Jakarta, maka manajemen yang bisa diusulkan untuk daerah sebagai berikut;

Gunakan keuntungan kondisi geografis daerah Anda:

1. Untuk daerah kota besar dan padat
– PSBB dua pekan
– Pakai masker
– Budaya cuci tangan
Physical distancing
Screening Rapid Test, diikuti dengan PCR
– Karantina, isolasi untuk yang positif
– Siagakan sistem pelayanan dan rujukan Faskes

2. Untuk daerah kepulauan, penduduk tidak padat
Mass screening dengan rapid test dan PCR
– Karantina/isolasi mandiri yang sakit saja
Screening ketat di bandara dan Pelabuhan
– Pakai masker
– Budaya cuci tangan
– Siagakan sistem pelayanan dan rujukan Faskes

Kumpulkan nakes, briefing, motivasi dan beri perlindungan (APD) agar all out dalam menangani pasien yang sakit sehingga memberikan hasil optimal.

Peran dari pada para Ustadz dan pemuka agama dalam memberikan dukungan dalil dan moril kepada nakes dan penderita dioptimalkan karena unsur psikis & sosial pada nakes dan penderita begitu nyata dan bermakna.

Peran dari aparat hukum juga dimaksimalkan dalam mensosialisasikan aspek hukum dalam pengaturan manajemen pandemi, agar memberi perlindungan kepada nakes untuk bertindak.

Peran Kepala Daerah sebagai komandan sangat vital dalam keberhasilan manajemen Pandemi Covid-19.

Ingat untuk dokter fokus pada menurunkan angka mortalitas. Gunakan seluruh kemampuanmu. Jangan terlena. Untuk pencegahan kasih porsi ke epidemiolog.(AK/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)