Dalil Bukti Keberadaan Allah

Oleh , wartawan MINA

ORANG kafir, tidak pernah merasa yakin tentang keberadaan (eksistensi) Allah Taโ€™ala. Itulah mengapa mereka disebut kafir. Untuk membuktikan bahwa eksistensi Allah itu ada, setidaknya dalam artikel singkat ini akan diketengahkan beberapa yang menjadi .

Eksistensi Allahย Taโ€™alaย di antaranya dikuatkan oleh dalil-dalil berikut ini,

Pertama,ย ad-dalilul fithriย (dalil fitrah). Secara bahasa, fitrah artinyaย al-khilqahย yaitu keadaan asal ketika seorang manusia diciptakan oleh Allah (lihatย Lisaanul Arabย 5/56, Al-Qamus Al-Muhith 1/881). Jadi maksudnya, manusia sejak awal penciptaannya telah membawa naluri ber-Tuhan. Sejak di alam ruh, manusia telah mengakui eksistensi Allahย Taโ€™alaย sebagai Tuhannya,

ูˆูŽุฅูุฐู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุธูู‡ููˆุฑูู‡ูู…ู’ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู„ูŽุณู’ุชู ุจูุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจูŽู„ูŽู‰ ุดูŽู‡ูุฏู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู„ููˆุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฅูู†ู‘ูŽุง ูƒูู†ู‘ูŽุง ุนูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุบูŽุงููู„ููŠู†ูŽ

โ€œdan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): โ€˜Bukankah aku ini Tuhanmu?โ€ mereka menjawab: โ€˜Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksiโ€™. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: โ€˜Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).โ€™โ€ย (QS. Al-Aโ€™raf, 7: 172).

Adanya naluri ber-Tuhan ini terbukti dengan apa yang dirasakan oleh manusia itu sendiri yang selalu merasa butuh kepada Dzat yang lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih berkuasa dibanding dirinya agar ia dapat berlindung dan memohon pertolongan kepada-Nya.

Syeikh Mahmud Syaltut dalam uraiannya tentang adanya naluri bertuhan dalam diri manusia, antara lain menerangkan:ย โ€œBilamana manusia sedang dalam kesulitan yang amat sangat, yang telah mengatasi pendengaran, memecahkan pemikiran dan menghabiskan daya upaya, maka dalam keadaan seperti demikian ia tidak akan mendapat jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapinya itu, kecuali menyerah kepada Allah, meminta pertolongan dari Kekuasaan, Petunjuk dan RahmatNyaโ€. Firman Allah dalam Al-Quran,

ู‡ููˆูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูุณูŽูŠูู‘ุฑููƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ููู„ู’ูƒู ูˆูŽุฌูŽุฑูŽูŠู’ู†ูŽ ุจูู‡ูู…ู’ ุจูุฑููŠุญู ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุฉู ูˆูŽููŽุฑูุญููˆุง ุจูู‡ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽุชู’ู‡ูŽุง ุฑููŠุญูŒ ุนูŽุงุตูููŒ ูˆูŽุฌูŽุงุกูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุฌู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽูƒูŽุงู†ู ูˆูŽุธูŽู†ู‘ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูุญููŠุทูŽ ุจูู‡ูู…ู’ ุฏูŽุนูŽูˆูุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ูŽ ู„ูŽุฆูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุฌูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงูƒูุฑููŠู†ูŽ

โ€œDialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (Seraya berkata), โ€œSekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti Kami termasuk orang-orang yang bersyukur.โ€ย (QS. Yunus, 10: 22).

Kedua,ย ad-dalilul hissiyย (dalil yang dapat di-indera). Ada bukti-bukti keberadaan Allahย Taโ€™alaย yang dapat dinikmati, dilihat, dirasai atau disentuh oleh indera manusia. Biasanya berupa kejadian luar biasa yang terjadi di tengah-tengah umat manusia. Diantaranya adalah muโ€™jizat para nabi dan rasul yang telah disaksikan manusia.

Perahu Nabi Nuh beserta peristiwa banjir besar yang terjadi pada masanya,

ููŽุฃูŽูˆู’ุญูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู ุงุตู’ู†ูŽุนู ุงู„ู’ููู„ู’ูƒูŽ ุจูุฃูŽุนู’ูŠูู†ูู†ูŽุง ูˆูŽูˆูŽุญู’ูŠูู†ูŽุง ููŽุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ูˆูŽููŽุงุฑูŽ ุงู„ุชู‘ูŽู†ู‘ููˆุฑู ููŽุงุณู’ู„ููƒู’ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุฒูŽูˆู’ุฌูŽูŠู’ู†ู ุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ูŽูƒูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุจูŽู‚ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฎูŽุงุทูุจู’ู†ููŠ ูููŠ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูุบู’ุฑูŽู‚ููˆู†ูŽ

โ€œLalu Kami wahyukan kepadanya: โ€˜Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, Maka apabila perintah Kami telah datang dan tanurย  telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.โ€ย (QS. Al-Muโ€™minun, 23: 27).

Terselamatkannya Nabi Ibrahim karena api yang membakarnya dijadikan dingin,

ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ูŠูŽุง ู†ูŽุงุฑู ูƒููˆู†ููŠ ุจูŽุฑู’ุฏู‹ุง ูˆูŽุณูŽู„ูŽุงู…ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ

โ€œKami berfirman: โ€˜Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahimโ€™ย (QS. Al-Anbiyaa, 21: 69).

Terbelahnya lautan pada masa Nabi Musa,

ููŽุฃูŽูˆู’ุญูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ููˆุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู ุงุถู’ุฑูุจู’ ุจูุนูŽุตูŽุงูƒูŽ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑูŽ ููŽุงู†ู’ููŽู„ูŽู‚ูŽ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ูƒูู„ู‘ู ููุฑู’ู‚ู ูƒูŽุงู„ุทู‘ูŽูˆู’ุฏู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู

โ€œLalu Kami wahyukan kepada Musa: โ€˜Pukullah lautan itu dengan tongkatmuโ€™. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.โ€ย (Asy-Syuโ€™ara, 26: 63).

Berbagai macam mukjizat Nabi Isa,

ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ู‹ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ุฃูŽู†ู‘ููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุฌูุฆู’ุชููƒูู…ู’ ุจูุขูŠูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ููŠ ุฃูŽุฎู’ู„ูู‚ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุทู‘ููŠู†ู ูƒูŽู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุฉู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู’ุฑู ููŽุฃูŽู†ู’ููุฎู ูููŠู‡ู ููŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุทูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูุจู’ุฑูุฆู ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุฑูŽุตูŽ ูˆูŽุฃูุญู’ูŠููŠ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽู‰ ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูู†ูŽุจู‘ูุฆููƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽุฏู‘ูŽุฎูุฑููˆู†ูŽ ูููŠ ุจููŠููˆุชููƒูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽุขูŠูŽุฉู‹ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ

โ€œdan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): โ€˜Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.โ€ย (QS. Ali Imran, 3: 49).

Juga kehebatan Al-Qurโ€™an yang diturunkan kepada Nabi Muhammadย shalallahu โ€˜alaihi wa sallamย yang tidak dapat diungguli hingga saat ini,

ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุฑูŽูŠู’ุจู ู…ูู…ู‘ูŽุง ู†ูŽุฒู‘ูŽู„ู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏูู†ูŽุง ููŽุฃู’ุชููˆุง ุจูุณููˆุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู…ูุซู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุงุฏู’ุนููˆุง ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุตูŽุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ

โ€œDan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qurโ€™an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlahย satu surat (saja) yang semisal Al Qurโ€™an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.โ€

ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุง ูˆูŽู„ูŽู†ู’ ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุง ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูˆูŽู‚ููˆุฏูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉู ุฃูุนูุฏู‘ูŽุชู’ ู„ูู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ

โ€œMaka jika kamu tidak dapat membuat(nya) โ€“ dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya) -, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.โ€ย (QS. Al-Baqarah, 2: 23 โ€“ 24)

Semua perkara luar biasa itu menjadi bukti bahwa Allah itu ada. Karena tidak mungkin manusia dapat melakukan mukjizat seperti itu tanpa adanya campur tangan Yang Maha Kuasa, Allahย Taโ€™ala.

Ketiga,ย ad-dalilul aqliย (dalil akal). Jika kita menggunakan akal kita untuk memperhatikan berbagai fenomena di alam semesta ini, akan sampailah kita pada suatu kesimpulan bahwa semua fenomena yang ada itu membuktikan bahwa Allah Yang Maha Kuasa itu ada. Beberapa fenomena yang menjadi buktiย wujudullahย diantaranya adalah adanya fenomenaย khalaqaย (penciptaan),ย sawwaย (penyempurnaan),ย qaddaraย (penentuan), danย hadaย (petunjuk); sebagaimana disebutkan dalam firman Allahย Taโ€™alaย berikut,

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ููŽุณูŽูˆู‘ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‚ูŽุฏู‘ูŽุฑูŽ ููŽู‡ูŽุฏูŽู‰

โ€œ(Dialah Allah) yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.โ€ย (QS. Al-Aโ€™la, 87: 2 โ€“ 3).

Allahย Taโ€™alaย menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan dan menyempurnakan penciptaan segala makhluk dan Dia pula yang menentukan segala sesuatu menurut bentuk dan ukuran yang tepat dan seimbang. Di samping itu Dia menetapkanย  ketentuan-ketentuan dan hukum-hukum yang berlaku bagi tiap-tiap makhluk-Nya itu, sehingga ia dapat hidup berkembang biak, dan menjaga hidupnya masing-masing.

Sebagai contoh, pikirkanlah alam semesta raya ini. Bukankah penciptaannya lebih dahsyat dari penciptaan manusia? Allahย Taโ€™alaย berfirman,

ุกูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ูุฎูŽู„ู’ู‚ุงู‹ ุฃูŽู…ู ุงู„ุณูŽู…ุขุกู ุจูŽู†ุงูŽู‡ุงูŽ ุฑูŽููŽุนูŽ ุณูŽู…ู’ูƒูŽู‡ุงูŽ ููŽุณูŽูˆู‘ูŽุงู‡ุงูŽ

โ€œApakah kamu lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannyaโ€ฆโ€ย (QS. An-Naziโ€™at, 79: 27-28).

ู„ูŽุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

โ€œSesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.โ€ย (QS. Al-Muโ€™min, 40: 57).

Allahย Taโ€™alaย membangun langit, meninggikannya dan melengkapinya dengan benda-benda angkasa, seperti planet dan sebagainya, kemudian menetapkan ketentuan-ketentuan yang mengatur benda-benda angkasa. sehingga benda-benda itu tetap di angkasa; tidak berjatuhan seakan-akan menjadi perhiasan seluruh jagatnya.

Penciptaan langit dan bumi adalah lebih berat dan sukar dibanding dengan menciptakan manusia. Langit dan Bumi beserta segala isinya tidak terhingga luas dan besamya, tidak terhitung jumlah planet-planet yang ada di dalamnya, tidak terhitung jumlah binatang dan tumbuh-tumbuhan yang ada padanya, gunung-gunung dan sungai-sungai yang mengalir dan tidak terhafal oleh manusia hukum-hukum dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengannya.

Perhatikanlah demikian luasnya semesta raya ini. Para ilmuwan menaksir bahwa jarak dari Bumi ke ujung semesta (galaksi terjauh) waktu tempuhnya 13 Milyar tahun cahaya. 1 tahun cahaya sama dengan 10 triliun kilometer.

Di alam semesta raya ini terdapat miliaran galaksi. Para astronom memprediksikan ada sekitar 500 miliar galaksi di alam semesta ini.ย Bumi kita ini berada di salah satu galaksi yang kita sebut galaksi Bima Sakti, yang konon menurut para ilmuwan, satu galaksi ini saja memuat 200-400 miliarย bintang.

Dalam hadits Nabiย shalallahu โ€˜alaihi wa sallamย bahkan disebutkan bahwa selain alam semesta, ada makhluk Allahย Taโ€™alaย lain yang lebih dahsyat besarnya, yaitu Kursi dan Arsy. Rasulullahย shalallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda,

ู…ูŽุง ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ูููŠ ุงู„ู’ูƒูุฑู’ุณููŠูู‘ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูƒูŽุญูŽู„ู’ู‚ูŽุฉู ู…ูู„ู’ู‚ูŽุงุฉู ุจูุฃูŽุฑู’ุถู ููŽู„ุงูŽุฉูุŒ ูˆูŽููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุดู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูุฑู’ุณููŠูู‘ ูƒูŽููŽุถู’ู„ู ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ู’ููŽู„ุงูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู„ู’ู‚ูŽุฉู.

โ€œPerumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan di padang sahara yang luas, dan keunggulan โ€˜Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang sahara yang luas itu atas cincin tersebut.โ€ย (HR. Muhammad bin Abi Syaibah dalam Kitaabul โ€˜Arsy, dari Sahabat Abu Dzarr al-Ghifari Radhiyallahu anhu . Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (I/223 no. 109).

Alam semesta raya yang luas dan bumi kita yang maha kecil ini ada, dan keberadaannya pasti ada penciptanya. Kepada mereka yang โ€˜mengigauโ€™ bahwa alam semesta ini terjadi dengan sendirinya atau tanpa Pencipta, Allahย Taโ€™alaย berfirman,

ุฃูŽู…ู’ ุฎูู„ูู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุดูŽูŠู’ุกู ุฃูŽู…ู’ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽุงู„ูู‚ููˆู†ูŽ

โ€œApakah merekaย tidakย diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?โ€

ุฃูŽู…ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ููˆุง ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ุจูŽู„ู’ ู„ูŽุง ูŠููˆู‚ูู†ููˆู†ูŽ

โ€œAtaukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?ย Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).โ€ย (QS. At-Thur, 52: 35-36).

Keempat,ย ad-dalilul wahyuย (dalil wahyu), danย kelima,ย ad-dalilut tarikhiย (dalil sejarah). Eksistensi Allahย Taโ€™alaย telah diberitakan di sepanjang sejarah manusia. Mulai dari masa manusia pertama, Adamย โ€˜alaihissalam,ย hingga Rasul terakhir, Muhammadย shalallahu โ€˜alaihi wa sallam.

ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ุฑูุณูู„ูŽู†ูŽุง ุชูŽุชู’ุฑูŽู‰ ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู‹ ุฑูŽุณููˆู„ูู‡ูŽุง ูƒูŽุฐู‘ูŽุจููˆู‡ู ููŽุฃูŽุชู’ุจูŽุนู’ู†ูŽุง ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซูŽ ููŽุจูุนู’ุฏู‹ุง ู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ

โ€œKemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.โ€ย (QS. Al-Muโ€™minun, 23: 44).

Dalam hadits riwayat Abu Umamah, disebutkan bahwa Abu Dzar pernah bertanya kepada Nabiย shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:ย โ€œBerapa tepatnyaย  jumlah para nabi.โ€ย Beliau menjawab:

ู…ูุงุฆูŽุฉู ุฃูŽู„ู’ูู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููˆู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ูู‹ุง ุงู„ุฑูู‘ุณูู„ู ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู ู…ูุงุฆูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุฌูŽู…ู‹ู‘ุง ุบูŽูููŠุฑู‹ุง

โ€œJumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.โ€ย (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam alโ€“Misykah).

Diantara para Nabi dan Rasul tersebut ada yang diberiย shuhufย dan kitab suci -Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qurโ€™an- yang semuanya mengabarkan tentang Dzat Allahย Taโ€™ala.

Seluruh dalil-dalil ini jika kita kaji dan kita dalami, akan membimbing kita padaย al-maโ€™rifatu bi โ€˜adzomatillahย (pengetahuan dan pengenalan pada keagungan Allah Taโ€™ala) yang akan mengokohkan sikapย tauhidullahi wahdahย (mengesakan Allah semata). Wallahu aโ€™lam.(A/RS3/P2)

Miโ€™raj News Agency (MINA)

Wartawan: bahron

Editor: Ismet Rauf

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.