Dari Masjid ke Masjid, MER-C Sosialisasikan Pembangunan RS Indonesia di Gaza

Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad saat menyampaikan sosialisasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina. Kali ini bertempat di Masjid Raya Al-Musyawarah, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (8/11). (Foto: Sajadi/MINA)

Jakarta, MINA – Organisasi kemanusiaan kegawatdaruratan medis Medical Emergency Rescue-Committee (MER-C) kembali menyampaikan sosialisasi sekaligus galang dana pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina. Kali ini bertempat di Masjid Raya Al-Musyawarah, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (8/11).

Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan, pembangunan RS Indonesia di Gaza merupakan 100 persen sumbangan dari seluruh rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke untuk membantu rakyat Palestina.

“Namanya Rumah Sakit Indonesia agar rakyat Palestina ingat dengan Indonesia. Dan rumah sakit ini adalah hasil dari bantuan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” kata Dokter Ben, pangggilan akrabnya kepada para jamaah Masjid Al-Musyawarah.

Ia juga menjelaskan, pembangunan RS Indonesia telah selesai dan diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Januari 2016 lalu. Saat ini sedang berlangsung pembangunan RSI tahap 2 untuk menambah dua lantai lagi, yaitu lantai tiga dan empat.

Menurutnya, pembangunan itu dilakukan mengingat banyaknya pasien yang belum bisa tertampung. Ia menjelaskan bukan karena RS nya yang tidak mampu, tapi karena saking banyaknya pasien.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan lagi kedermawanan rakyat Indonesia untuk kembali memberikan donasi yang terbaik bagi rakyat Palestina.

Pembangunan RS Indonesia dimulai Januari 2009 oleh MER-C bersama relawan dari jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah se-Indonesia.

RS Indonesia berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara menempati lahan seluas 16.261 meter persegi yang merupakan wakaf Pemerintah Palestina. Luas bangunan sekitar 10.000 meter persegi.

Fasilitas RS Indonesia di Gaza cukup lengkap, antara lain meliputi aneka peralatan medis berteknologi canggih, seperti alat bedah ortopedi dan CT Scan.

Pada pembangunan tahap II RS Indonesia di Gaza kali ini, yang berasal dari sumbangan rakyat Indonesia itu, membutuhkan dana kisaran Rp 75 miliar hingga Rp 80 miliar.

Sementara itu, humas dan pengurus Masjid Raya Al-Musyawarah saat mendukung kegiatan ini dan mendoakan agar pembangunan RS Indonesia berjalan dengan baik.

“Mungkin hanya ini yang bisa kami bantu, semoga para jamaah dapat memberikan donasi terbaiknya untuk rakyat Palestina,” kata Asep, salah satu humas dan pengurus masjid. (L/Sj/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)