Diintimidasi, Sejumlah Guru di Zimbabwe Mogok Mengajar

(Dok: Arab News)

Harare, MINA – Sejumlah guru di Zimbabwe memilih untuk berdiam di rumah, melakukan protes dan melakukan mogok mengajar di sekolah-sekolah negeri karena banyak sekali intimidasi yang dilalukan oleh pasukan keamanan pemerintah serta menuntut kenaikan upah guru.

Zimbabwe dilanda krisis ekonomi yang ditandai dengan kekurangan uang tunai dan kenaikan harga barang-barang pokok, setelah Presiden Emmerson Mnangagwa menaikkan biaya bahan bakar sebanyak 150 persen pada bulan lalu.

Menurut saksi mata, sebagian besar guru tampaknya datang untuk mengajar seperti biasanya di sekolah-sekolah tetapi mereka tidak melaksanakan kegiatan belajar, demikian Arab News melaporkan pada Selasa (5/2).

Beberapa ruang kelas di sebuah sekolah dasar di Kota Harare, seorang fotografer Reuters melihat seorang guru makan dari kotak makan siangnya di pagi hari, sementara para siswa duduk dengan tenang.

Para pegawai pemerintah itu juga menuntut kenaikan upah dan pembayaran dalam dolar AS untuk mengatasi inflasi yang melonjak dan krisis ekonomi yang telah melemahkan pasokan bahan bakar dan obat-obatan.

Terlepas dari tuntutan akan upah layak, beberapa pegawai lainnya menolak untuk bergabung dengan guru yang mogok karena mereka takut akan situasi keamanan yang tidak menentu dan ingin melanjutkan negosiasi dengan pemerintah.

“Kesulitan ekonomi membuat pemerintah mengizinkan perawat untuk bekerja hanya tiga hari sepekan karena mereka tidak punya cukup uang untuk ongkos bus,” kata seorang perawat.

Pemerintah telah meminta kepada para guru untuk kembali mengajar anak-anak yang sangat membutuhkn ilmu pengetahuan. (T/Haf/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)