DMI-Kemenpar Kembangkan Wisata Religi Berbasis Masjid

(Foto: Istimewa)

Jakarta, 20 Ramadhan 1438/15 Juni 2017 (MINA) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama-sama Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid di Balairung Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar RI, Jakarta, Kamis (15/6) sore.

Acara penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum PP DMI bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Riyanto Sofyan.

Turut hadir berbagai pemangku kepentingan industri wisata religi dan wisata halal di Indonesia dan di tingkat global.

Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid yang juga merupakan program “The Halal Wonders” merupakan program pengembangan wisata religi berbasis masjid yang akan mengintegrasikan pariwisata dengan masjid terdekat di suatu daerah dengan memanfaatkan aplikasi daring.

Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, ada tiga alasan wisatawan datang mengunjungi suatu daerah atau negara yakni karena faktor sejarah, keindahan, dan nilai spiritual.

Menurutnya, program Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid ini harus jadi bagian dari aktivitas mencintai dan memakmurkan masjid. Masjid sebagai bagian dari pariwisata, bukan berarti menjadikan masjid sebagai bentuk komersial namun memperkenalkannya kepada wisatawan.

“Program ini diharapkan meningkatkan kecintaan Muslim pada masjid, dapat mengetahui sejarah perkembangan Islam melalui masjid dan menumbuhkan perkonomian di sekitar lingkungan masjid,” ujarnya.

Jusuf Kalla mengatakan, potensi besar pada Wisata halal saat ini karena jumlah umat muslim mencapai 1,6 miliar orang dengan golongan menengah sekitar 30 persen. Pengeluaran kelas menengah di negara-negara Islam lebih tinggi dibandingkan dengan golongan menengah di negara lain.

Selain itu, pengembangan wisata masjid ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan bagi umat Islam.

Jusuf Kalla menegaskan, kebersihan masjid harus dijaga dengan baik karena merupakan bagian dari agama.Dia juga berpesan agar masjid tetap dipelihara dengan baik sebagai sumber dakwah

Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan, wisata religi berbasis masjid ini juga merupakan bagian dari wisata halal yang kini sedang digencarkan oleh Indonesia.

Dia menjelaskan, Kementerian Pariwisata menargetkan wisata halal ini dapat menjaring 20 persen dari total wisatawan mancanegara atau sekitar 2 juta orang per tahun. “Target ini masih lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara lain. Paling besar di ASEAN itu Malaysia paling tinggi 6 juta orang, disusul Thailand 5 juta, dan Singapura 4 juta,” kata Arief.

Dia memberikan apresiasi kepada DMI dalam meluncurkan Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid ini. “Saat ini kita belum pernah menjadikan masjid ini sebagai destinasi utama wisata syariah. Dengan adanya program ini, Kemenpar akan membantu masjid yang ingin menyejahterakan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ketua Program Nasional Pengembangan Wisata Religi Berbasis Masjid di Indonesia, Munawar Fuad Noeh menjelaskan dalam proyek percontohan perdana, selama periode 2017-2020, penyertaan Program Wisata Halal berbasis masjid akan menentukan 100 Titik Destinasi Wisata Religi termasuk Wisata Halal Berbasis Masjid dari Sabang sampai Merauke.

Untuk kelancaran proyek percontohan tersebut menyertakan peran aktif Pemda Provinsi, Pemkab dan Pemkot di 100 Wilayah di Indonesia. Dalam pelaksanaannya dikalkulasi membuka peluang lebih dari 180 sektor usaha yang saling menguntungkan di tiap lokasi.

“Dengan  program ini, masjid dan jamaah masjid secara nyata menyiapkan diri dan lingkungan sebagai warga yang sadar wisata sekaligus mampu melipatgandakan peran warga sebagai masyarakat yang ramah, penuh dengan persahabatan juga dipersiapkan dengan kemampuan untuk memberikan nilai manfaat bagi kemakmuran lingkungan sekitarnya melalui sektor dunia pariwisata,” kata Munawar.

Penentuan 100 destinasi wisata religi berbasis masjid akan digelar saat Event Gelaran Simposium Nasional “Peran Masjid dalam Pengembangan Wisata Religi di Indonesia” di Jakarta pada September 2017 mendatang dengan menyertakan seluruh stakeholders industri pariwisata terkait bidang infrastruktur, teknologi IT, penerbangan, perhotelan, industri makanan, minuman, busana, hingga kosmetik sampai obat-Obatan, dan aneka kerajinan tangan. (L/R01/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)