Jakarta, MINA – Google mengonfirmasi kesalahan informasi nilai tukar rupiah ke dolar Amerika Serika (AS) yang muncul di hasil pencarian mesin telusur Google berasal dari campur tangan pihak ketiga.
“Kami menyadari adanya masalah yang mempengaruhi informasi nilai tukar Rupiah (IDR) di Google Search. Data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga,” tulis pernyataan pers Google, Sabtu (1/2).
Setelah menerima laporan mengenai ketidakakuratan data, Google langsung meminta penyedia data untuk segera melakukan perbaikan.
“Ketika kami mengetahui ketidakakuratan, kami menghubungi penyedia data untuk memperbaiki kesalahan secepat mungkin,” katanya.
Baca Juga: Menag Terima Kunjungan Dubes Iran, Doakan Situasi Segera Membaik
Sebelumnya diberitakan, pada Sabtu sore, Google menampilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level 8.170,65, jauh dari nilai sebenarnya.
Bank Indonesia (BI) pun sempat merespons persoalan tersebut. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, memastikan, informasi yang ditampilkan Google keliru.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Keberangkatan Haji 2026 Dimulai 21 April, Persiapan Hampir Rampung
Baca Juga: Jakarta Jadi Pusat Komando Strategis Asia Pasifik untuk Kemerdekaan Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic