Doa Istikharah, Mohon Pertimbangan Allah

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita Islam MINA

Kadangkala seseorang atau kita menghadapi persoalan rumit, mencoba mencari jawab di antara kalian, di antara dua atau lebih pilihan sulit, pilih dia, dia atau dia. Sebenarnya bukan pilihan rumit atau sulit. Tapi ingin mencari yang terbaik di antara yang baik.

Kalau dua pilihan itu sama buruk, jika manusia itu akhlaqnya buruk. Ya itu sich tidak perlu dipilih. Cari alternatif lain yang lebih baik dari sudut syariat Ilahi tentunya.

Lalu, kita pun meminta pertimbangan orang-rang terpercaya di sekitar kita. Bisa ortu, sahabat karib, yang benar-benar sahabat yang ingin terbaik buat kita, atau saudara kita. Lalu merekapun memberikan pertimbangan berdasarkan pandangan kasat matanya, pertimbangan rasio akal terbatasnya dan saran-saran nisbi terbatasnya.

Apakah kemudian advis itu bisa melampau masa depan? Atau bisa memprediksi kebaikan agama? Atau malah sebaliknya, 180 derajat bertolak belakang dari kenyataannya? Wallahu a’lam.

Mengapakah kita tidak minta pertimbangan Allah? Tuhan Yang Maha Adil timbangan-Nya, Yang Maha Tahu apa, mengapa dan bagaimana masa depan nanti, serta Maha Kuasa atas segala-galanya. Termasuk menguasai jiwa dan niat hati manusia.

Ya, itulah yang Allah sediakan medianya, yakni Shalat Istikharah. Shalat Istikharah adalah shalat sunah dua rakaat yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah, Yang Maha Memberi Petunjuk, agar kita diberi ketetapan pilihan di antara dua atau malah beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu untuk memutuskannya. Spektrum masalahnya tidak dibatasi, asal untuk kebaikan. Mungkin ia memilih kuliah jurusan apa? Perusahaan mana untuk kerja? Atau siapa seseorang yang lebih cocok menjadi jodohnya.

Dengan Shalat Istikharah, atas izin-Nya jua, dengan ketentuan-Nya, kemurahan-Nya, maka Allah berkenan memberikan kemantapan hati dalam memilih.

Mengapa meminta pertimbangan Allah? Ya, karena hanya Allah sajalah yang mengetahui, bahkan Maha Mengetahui perkara yang ghaib sekalipun. Hanya Allah pulalah Yang Maha Mengetahui apakah perkara atau seseorang itu bagi saat ini dan waktu yang akan datang, baik bagi agama dan kehidupan serta masa depan kita. Terutama masa depan akhirat. Maka, Allah pun berkenan menentukan pilihan itu dan memudahkan urusan kita.

Dan bila Allah belum menghendaki, Allah pun menjauhkannya dari pikiran dan jiwa kita. Lalu, Allah pilihkan yang lain yang lebih Allah ridhai. Tidak ada yang sempurna, jelas memang. Namun kalau itu berdasar petunjuk-Nya, pastilah itu yang terbaik. Walaupun mungkin belum yang terindah menurut selera dan kondisi kita.

Jangan sampai yang sebenarnya baik menurut Allah, buat kita, buat menjadi hamba-Nya, buat meniti jalan ke surga, lalu kita abaikan. Malah memilih yang merugikan diri, akhlak, agama dan surga di akhirat kelak. Karena apa? Karena tidak meminta pertimbangan Sang Pencipta jagat raya. Hanya mempertimbangkan rasio, nafsu dan pertimbangan keduniaan semata.

Di antara bacaan atau doa setelah Shalat Istikharah, boleh dibaca Arabnya atau terjemahnya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ
وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الْأَمْرَ….. ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ خَيْرًا لِي فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ أَوْ فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ
اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ

Artinya:

Ya Allah sesungguhnya aku meminta pilihan-Mu dengan ilmu-Mu, dan meminta keputusan dengan ketentuan-Mu,

Aku meminta kemurahan-Mu, sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan aku tidak ada daya untuk menentukan, Engkau-lah yang mengetahui dan aku tidaklah tahu apa-apa, Engkau-lah yang Maha Mengetahui perkara gaib.

Ya Allah sekiranya Engkau mengetahui bahwa perkara ini ….. (lalu menyebutkan masalahnya) adalah baik bagiku saat ini dan di waktu yang akan datang, atau baik bagi agamaku dan kehidupanku serta masa depanku, maka tentukanlah itu untukku dan mudahkanlah ia bagiku lalu berkatilah.

Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwa perkara ini buruk bagiku untuk agamaku dan kehidupanku dan masa depan perkaraku, atau bagi urusanku saat ini dan di masa mendatang, maka jauhkanlah ia dariku dan tentukanlah bagiku perkara yang lebih baik darinya, apapun yang terjadi, lalu ridhailah ia untukku”. (H.R. Bukhari dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhu).

Mari kita memohon pertimbangan-Nya. Dan mengapa kita takut dipilihkan oleh Allah ketentuan terbaik-Nya? Insya-Allah. Astaghfirullaahal ‘adziim… (RS-2/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

=====
Ingin mendapatkan update berita pilihan dan info khusus terkait dengan Palestina dan Dunia Islam setiap hari dari Minanews.net. Yuks bergabung di Grup Telegram "Official Broadcast MINA", caranya klik link https://t.me/kbminaofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.