Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Tanpa Batas: Israel Sengaja Lemahkan Kerja Kemanusiaan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 4 Januari 2026 - 06:20 WIB

Ahad, 4 Januari 2026 - 06:20 WIB

9 Views ㅤ

Ilustrasi: Kerja organisasi kemanusiaan medis di Gaza (Doctors Without Borders)

Gaza, MINA – Direktur media regional Doctors Without Borders (Dokter Tanpa Batas), Janan Saad, menegaskan Israel sengaja melemahkan kerja kemanusiaan di Jalur Gaza, memperburuk penderitaan warga sipil dan mengancam keberlanjutan perawatan medis yang menyelamatkan nyawa.

Dalam pernyataan pers pada Sabtu, Saad mengindikasikan ketidakhadiran organisasi kemanusiaan di Gaza akan memperdalam tragedi kemanusiaan dan merampas hak sekitar setengah juta warga Palestina atas layanan kesehatan.

Saad mengatakan, organisasinya memiliki kekhawatiran terkait permintaan untuk menyerahkan daftar nama karyawannya kepada pihak berwenang Israel karena risiko yang ditimbulkan terhadap keselamatan mereka. Seperti dilaporkan Quds Press.

Dia menunjukkan organisasinya selama periode terakhir telah menjadi sasaran kampanye media Israel yang bertujuan untuk mendistorsi peran kemanusiaan dan medisnya di Jalur Gaza, dalam upaya untuk membenarkan pembatasan pekerjaannya.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Israel telah melarang aktivitas 53 organisasi non-pemerintah internasional yang beroperasi di wilayah Palestina, termasuk Dokter Tanpa Batas.

Dalam pernyataan bersama kemarin, organisasi-organisasi tersebut mengatakan keputusan untuk menangguhkan pekerjaan sejumlah organisasi diambil pada saat warga sipil di Jalur Gaza menghadapi kebutuhan kemanusiaan yang akut dan meluas, meskipun gencatan senjata sedang berlaku.

Menurut pernyataan tersebut, 37 organisasi non-pemerintah internasional menerima pemberitahuan resmi pada tanggal 30 Desember bahwa pendaftaran mereka akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Setelah itu periode 60 hari akan diaktifkan, yang mewajibkan organisasi-organisasi ini untuk menghentikan operasi mereka di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda