Dokumen China Soal Muslim Uighur Bocor

Xinjiang, MINA – Pemimpin China Xi Jinping memerintahkan para pejabat untuk “tidak menunjukkan belas kasihan” dalam penahanan massal terhadap Uighur dan etnis minoritas lainnya.

Dilaporkan The New York Times, perintah Jinping itu terdapat dalam dokumen yang memiliki tebal 403 halaman. “Ini menunjukkan ia memerintahkan tindakan keras terhadap “terorisme” dan “separatisme” di wilayah yang berpenduduk mayoritas Muslim itu,” demikian dikutip dari The Canberra Times, Senin (18/11).

Xi tidak memerintahkan pembangunan kamp-kamp penahanan massal secara khusus dalam dokumen tersebut, tetapi menyerukan agar partai menggunakan “kediktatoran” melawan ekstremisme.

Menurut PBB, satu juta warga Uighur telah ditahan di fasilitas rahasia yang disebut Beijing sebagai “kamp pendidikan ulang”.

China mengklaim fasilitas-fasilitas itu memberi para siswa keterampilan kerja dan membantu memerangi ekstremisme agama.

Para tahanan telah melaporkan menjalani indoktrinasi politik dengan cita-cita Partai Komunis Tiongkok, upacara pengibaran bendera dan dipaksa untuk belajar bahasa Mandarin.

Dokumen internal itu didistribusikan oleh sumber anonim melalui surat kabar New York Times yang berharap laporan itu akan mencegah para pemimpin partai, termasuk Tuan Xi, lolos dari kesalahan karena penahanan massal.

Dokumen itu dibagi menjadi empat bagian; pidato internal oleh Xi, pidato oleh pejabat lain, laporan tentang taktik pengawasan orang Uighur dan investigasi terhadap pejabat lokal.

Itu merinci sebuah naskah yang menunjukkan bagaimana para pejabat diperintahkan untuk membungkam keluarga yang mempertanyakan keberadaan kerabat mereka.

Para pejabat diminta untuk menghibur keluarga sebelum memberi tahu mereka bahwa kerabat mereka “terinfeksi” oleh “virus” radikalisme Islam.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa ketakutan kepemimpinan China semakin meningkat oleh serangan teroris di negara-negara lain dan penarikan pasukan AS dari Afghanistan. (T/Ais/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)