Dompet Dhuafa-Baznas (Bazis) DKI Jakarta Panen Raya 150 Hektar

Serang, Banten – Lembaga Filantropi Islam Dompet Dhuafa (DD) dan Baznas (Bazis) DKI Jakarta melakukan Panen Raya di sawah seluas sekitar 150 Hektar di daerah Serang, Provinsi Banten.

Bersama Gapoktan Bina Mulya, didukung oleh Baznas (Bazis) DKI Jakarta, pada Rabu (25/8), DD melakukan panen raya pemberdayaan petani di Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Serang, Banten.

“Panen ini menjadi tanda KolaborAksi di tengah pandemi. Program ini meliputi pemberdayaan petani, dengan memberdayakan lebih dari 1.000 hektar sawah di seluruh Indonesia,” ucap Nasyith Majidi selaku Ketua Yayasan Dompet Dhuafa.

Ia mengatakan, acara ini merupakan sebuah perayaan untuk ketahanan pangan saat pandemi Covid 19. DD bersama Baznas (Bazis) DKI Jakarta berkolaborAksi menjalankan kebaikan dengan wujudkan panen bersama pada program besar food for dhuafa.

“Dampak pandemi di Indonesia sudah sangat besar termasuk pangan. Ini merupakan ikhtiar bersama  berasal dari dana umat yang akan dikembalikan untuk umat. DD memiliki tugas yang sama dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta. Ini merupakan kolaborAksi positif yang akan di jalankan kedepannya di lahan150 hektare mudah-mudahan menjadi awal yg baik untuk menggarap yg lebih baik,” ucapnya.

Target realisasi aktivitas program pada lahan sawah seluas 150 hektare di Desa Beberan melibatkan 200 petani pemilik lahan. Setiap 100 petani penggarap dapat menghasilkan hingga 8 ton gabah kering per hektarnya untuk memberikan manfaat kepada lebih dari 2.000 Kepala Keluarga (KK).

“Saya senang DD pada panen raya ini, Dompet Dhuafa-Baznas (Bazis) DKI melakukan kegiatan kebaikan bersama. Bahwa, daya beli masyarakat turun selama pandemi,” katanya.

Sementara itu Saat Suharto Amjad, Wakil Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta, mengharapkan program bantuan untuk dhuafa, modal beras untuk warteg, serta program Kita Jaga Kiyai yang menggunakan beras panen dari DD Farm ini menjadi pemantik pemulihan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulilah ini rangkaian awal tahun kerjasama  pertama dengan DD di ketahanan pangan. Setelah ini, insya Allah setiap tempat kuliner Jakarta kita akan warnai dengan zakat,” katanya.

Untuk pendanaan, Dompet Dhuafa menggunakan dana zakat produktif yang tersalurkan melalui penggerak Social Trustfund (STF)

Dompet Dhuafa yang menggulirkan dana penyertaan modal bergulir selama dua tahun untuk mewujudkan tahap pemberdayaan dan kemandirian.

Tahapan ini, dana penyertaan akan di kelola oleh Gapoktan Bina Mulya untuk pengembangan produksi sebagai langkah untuk  menggenjot kesejahteraan masyarakat dalam program Ketahanan Pangan dan kemandirian ekonomi hulu hilir berbasis pertanian.

Suhardjo selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKKP)  Kabupaten Serang, mengatakan, sangat mengapresiasi panen yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Saat pandemi, seperti ini semua lapisan masyarakat sangat terdampak.

“Semoga Dompet Dhuafa dapat berkontribusi lebih dalam penanganan ketahan pangan,” ucapnya. (R/R8/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)