Dr. KH Abdur Rahman: Makanan Memiliki Pengaruh Terhadap Watak dan Perilaku

Jakarta, MINA – Anggota Komisi Fatwa MUI Dr. KH. Abdur Rahman Dahlan mengatakan, dalam tinjauan zoologi, makanan memiliki pengaruh terhadap watak dan perilaku.

Ia menjelaskan, secara sederhana dapat dilihat pada hewan. Jenis hewan karnivora yang memangsa hewan lain, memiliki perilaku buas, agresif, suka menyerang dan membahayakan. Sedangkan hewan herbivora yang memakan tumbuh-tumbuhan relatif lebih jinak, dan tidak membahayakan.

“Dengan analogi ini dapat dipahami, Allah telah mengharamkan makanan dan hewan-hewan yang jelek, karena makanan memiliki pengaruh terhadap akhlak, watak, sifat dan sikap serta perilaku seseorang,” ujarnya, demikian dikutip dari laman LPPOM MUI, Ahad (15/11).

Ketua PB Al-Wasliyah itu melanjutkan, harta dan makanan yang halal dan baik akan menumbuhkan darah dan daging yang baik. Perilaku dan perbuatannya cenderung pada yang baik juga.

Demikian sebaliknya. Jika mengkonsumsi makanan yang buruk, atau diharamkan dalam agama, maka akan berdampak akhlak dan watak pun menjadi buruk. Cenderung pada perilaku dan perbuatan yang diharamkan.

“Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memilih dan memilah harta dan makanan untuk diri kita, anak dan keluarga kita,” kata Abdur Rahman.

Abdur Rahman juga menyebutkan, daging babi dapat membunuh ‘ghirah’ orang yang memakannya.

Ia mencontohkan, banyak terjadi dalam keluarga yang biasa mengkonsumsi babi, dan/atau makanan haram lainnya. Seorang lelaki membiarkan isterinya bersama lelaki lain, tanpa rasa cemburu. Atau bahkan si suami itu sendiri yang terlibat dalam perselingkuhan. Seorang bapak melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, tetapi justru membiarkannya tanpa rasa cemburu dan was-was.

“Sesungguhnya, daging babi itu menularkan sifat-sifat buruk pada orang yang memakannya,” tegasnya. (R/Hju/P1

Mi’raj News Agency (MINA)