Dr. Sarbini: MER-C Komitmen Perkuat Kerja Sama dengan Semua Pihak

Jakarta, MINA – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Commutte (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan, sebagai organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis. MER-C berkomitmen membangun kerja sama dengan semua pihak yang memiliki kesamaan visi dan misi.

“Dalam perjalanan, kita harus melibatkan organisasi dan komunitas lain sehingga menjadi satu politik kebhinekaan Indonesia yang kita berikan kepada ummat manusia. Sebagai contoh, pembangunan RS Indonesia di Rakhine, Myanmar,” kata dr. Ben sapaan akrab Sarbini Abdul Murad kepada MINA, Rabu (25/11) di gedung MER-C Jakarta.

MER-C bersama dengan PMI dan Walubi membangun rumah sakit di Myanmar. Itu adalah kolaborasi antara umat Budha dengan Muslim.

Ia menjelaskan, MER-C dan bersama masyarakat Indonesia mempunyai impian besar bersama rakyat Palestina. Impian paling besar adalah Palestina mendapatkan sebuah negara yang saat ini palestina belum mendapatkan kemerdekaan.

Menyinggung konflik Timur Tengah, Khususnya Palestina, MER-C sedang memikirkan secara serius apa langkah-langkah ke depan untuk dapat memberikan kontribusi yang nyata kepada warga Palestina dan dampak besar kepada Israel.

Kemudian, MER-C juga akan berusaha mencoba berdiri hanya di atas kelompok Palestian, MER-C juga coba merangkul faksi-faksi pelawanan yang ada di Palestina dan kita berusaha sekuat tenaga agar bisa mengayomi faksi-faksi yang lain untuk bersama-sam melukan rekonliasi terhadap Israel dan kami meyakini MER-C besama elemen anak bangsa, pemerintah mempunyai kemampuan, serta ketulusan itu akan ketemu disana.

Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki kedekatan hubungan dengan Palestina justru memiliki peluang besar untuk dapat berbuat lebih baik lagi. “Selain kedekatan antar sesama negara berpenduduk Muslim, Indonesia dan Palestina juga memiliki ikatan hastoris dan psikologi yang kuat,” kata dr Ben.

Sebagai organisasi yang netral dan tulus membantu mereka yang membutuhkan bantuan kesehatan, MER-C mencoba mengkomunikasikan kepada semua pihak bahwa Indonesia harus tampil ke depan dan dorong pemerintah agar mengambil berperan yang signifikan untuk membantu warga Palestina,” ucapnya.

Ia mengatakan sebagai organisasi NGO (Non Governmnet Organization) kita juga mencoba terus merangkul, bermitra dengan pemerintah, dengan NGO-NGO lain, ormas-ormas besama kita merangkul kekuatan nasional Palestina terhadap Israel.

“Karena kekuatan nasional itu sangat menentukan langkah ke depan untuk solusi kedua negara, tanpa ada perpecahan. Tanpa itu, maka mereka mudah untuk diadu-adu dan mereka semakin jauh dari tujuan yang diharapakan,” tegas dr. Ben.  (L/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)