Dua Periset BRIN Masuk Daftar 2% Saintis Teratas Dunia 2021

Dr. Ratih Pangestuti adalah peneliti dari Balai Bio Industri Laut (BBIL) BRIN.

Jakarta, MINA – Dua orang periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yaitu Dr. Ratih Pangestuti dan Dr. R. Tedjo Sasmono, menorehkan prestasi masuk dalam daftar 2% saintis teratas dunia (Top 2% World Ranking Scientists).

Dr. Ratih Pangestuti adalah peneliti dari Balai Bio Industri Laut (BBIL) BRIN. Peraih gelar Doktor bidang Marine Biochemistry dari Pukyong National University Korea Selatan pada tahun 2012 ini banyak menaruh perhatian pada eksplorasi sumber daya laut secara berkelanjutan.

“Saat ini kita banyak melupakan lautan, lupa akan seberapa besar potensi laut yang kita punya dan pemanfaatannya untuk kesejahteraan bangsa,” ujar Ratih, Selasa (26/10).

Selain aktif sebagai peneliti, Ratih Pangestuti saat ini juga ditugaskan sebagai pelaksana tugas Kepala Kantor BBIL BRIN  Nusa Tenggara Barat dan juga sebagai ketua kelompok penelitian Bio Industri Laut.

Adapun Dr. R. Tedjo Sasmono adalah peneliti senior pada Pusat Riset Biologi Molekular (PRBM) Eijkman BRIN. Ia mulai karirnya sebagai periset di LBM Eijkman pada Tahun 1994. Meraih PhD dalam bidang molecular bioscience dari University of Queensland, Australia pada tahun 2003. Saat ini, Dr. Tedjo Sasmono adalah ketua kelompok Unit Penelitian Demam Berdarah Dengue (DBD) di PRBM Eijkman.

Ketertarikannya pada riset penyakit DBD, karena melihat penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang masih menghantui Indonesia pada khususnya, disebabkan lingkungan alam tropis, sanitasi yang buruk, dan rendahnya kesadaran masyarakat.

“Indonesia menempati posisi tertinggi dalam kasus penyakit dengue di Asia Tenggara. Selain itu, dari empat jenis virus dengue, keempatnya ada di Indonesia,” jelas Tedjo Sasmono.

Daftar World Ranking Scientist dirilis dalam pemeringkatan yang dilakukan peneliti dari Stanford University, Prof John Ioannidis bersama Jeroen Baas dan Kevin Boyack yang dipublikasikan pada 20 Oktober 2021 dengan matriks penilaian didasarkan pada basis data lebih dari 100.000 saintis top.

Basis data tersebut memuat informasi terstandar tentang sitasi, h-indeks, hm-indeks yang disesuaikan dengan penulisan bersama, serta indikator gabungan.

Saintis diklasifikasikan menjadi 22 bidang dan 176 sub-bidang keilmuan. Data sepanjang karier saintis diperbarui hingga akhir 2020. Pemilihan saintis yang masuk dalam daftar “Top 2% World Ranking Scientists” didasarkan pada posisi 100.000 teratas berdasarkan skor-c (dengan dan tanpa self-citation) atau ranking persentil 2% atau lebih.(R/R5/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)