Dubes Baru RI Tinjau Proyek Renovasi Istana Presiden Niger

Foto by KBRI Abuja

Niamey, MINA – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia (LBBP RI) Abuja, Usra Hendra Harahap melakukan peninjauan proyek pembangunan renovasi Istana Presiden Niger yang sedang digarap oleh BUMN RI di bidang konstruksi, PT. Wijaya Karya (WIKA).

Proyek pembangunan senilai USD 26,7 juta itu merupakan tindak lanjut konkret kunjungan Presiden Niger ke Indonesia pada Oktober 2017 yang kemudian diumumkan sebagai salah satu capaian business deals pada penyelenggaraan Indonesia Africa Forum tahun 2018.

Menurut keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abuja, Jumat (2/10), hingga Oktober, proses pembangunan sudah mencapai 50 persen.

Atas proyek tersebut, Presiden Niger Mahamadou Issofou sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Indonesia dan berharap para pemangku kepentingan di Indonesia dapat memainkan peranan yang lebih besar dalam proses pembangunan ekonomi dan infrastruktur di Niger.

Proyek renovasi istana Presiden Niger merupakan salah satu hasil konkret sinergi antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dengan BUMN, Perwakilan RI dan pemangku kepentingan lain dalam diplomasi ekonomi RI ke kawasan Afrika Sub-Sahara.

Kemlu RI dan Perwakilan RI di luar negeri akan terus mendukung upaya BUMN dan swasta Indonesia guna mengekspor produk-produk, jasa konstruksi dan bidang usaha potensial lainnya serta meningkatkan outbound investment RI ke kawasan Afrika Sub-Sahara dalam kerangka Indonesia Go Global.

Sebelumnya, Dubes Usra Hendra menyampaikan surat-surat kepercayaan (credentials) kepada Presiden Mahamadou Issofou di Niamey pada Selasa (29/9).

Penyerahan Credentials itu menandakan dimulainya secara resmi aktivitas penuh Dubes Usra sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Niger.

Sejumlah isu dibahas dalam pertemuan empat mata Dubes Usra dengan Presiden Mahamadou Issofou, antara lain: penjajakan kerjasama di bidang energi, pertahanan, industri strategis, pendidikan, dan pembangunan kapasitas serta bantuan teknis dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan.

Presiden Mahamadou Issofou secara khusus meminta agar Dubes Usra dapat membantu menyampaikan dan menjelaskan kepada dunia tentang proses demokratisasi yang tengah dilakukan oleh Niger, terutama dalam upaya persiapan dan pelaksanaan pemilu presiden akhir tahun ini. (R/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)