Dubes Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina Promosikan Pencak Silat

Jakarta, MINA – Duta besar Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina, Roem Kono diminta untuk mempromosikan cabor Pencak Silat di negara sahabat tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali usai menerima audiensi Roem Kono di lantai 10 Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8).

“Saya menitipkan kepada Bapak Roem Kono tentunya untuk mempromosikan olahraga tradisional kita yakni pencak silat dan bulutangkis karena cabang olahraga itu yang akan kita dorong kepada para duta besar yang ada di negara-negara sahabat,” kata Menteri Zainudin.

Menpora mengatakan, ia tetap masih membuka peluang kerjasama dibidang lain jika ada kepelatihan yang dibutuhkan di negara yang ditempatkan para duta besar untuk bekerjasama dan berkolaboraasi.

Sementara Dubes Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina, Roem Kono mengatakan, kita bisa mendekatkan Negara Indonesia dengan Negara Bosnia dan Eropa Timur bisa memanfaatkan hubungan ini untuk kepentingan para pemuda khususnya untuk olahraga.

“Di Bosnia banyak lahir atlet hebat terutama di sepak bola, angkat besi dan beberapa lainnya. Saya kira ini pertukaran yang baik antara Indonesia dengan Bosnia. Kita akan bangun komunikasi yang baik dan lebih dekat lagi, mudah-mudahan saya disana bisa membantu terutama untuk olahraga karena di sana juga bibit-bibit atlet sangat luar biasa,” ucapnya.

Kolaborasi ini sejalan dengan Indonesia yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2021. Terlebih timnas U-19 Indonesia juga akan melakukan trainning center (TC) di Eropa.

“Saya lihat ada program PSSI dan Pak Menpora untuk timnas U-19 melakukan TC-nya selain di Korea kemungkinan bisa di Eropa. Semoga pandemi ini cepat berakhir supaya kita bisa melakukan lobi dan pendekatan disana supaya PSSI juga bisa berlatih di Eropa khususnya Eropa Timur,” tambahnya.

“Di bidang kepemudaan saya kira sudah berjalan dari Dubes yang sebelumnya yaitu di perguruan tinggi bisa juga di pondok pesantren karena disana juga muslim, saya kira ini bisa pendekatan secara kultural dan secara masyarakat dengan masyarakat Indonesia dan akan saya tindak lanjuti,” katanya. (R/R11/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)