Ekstrimis Manfaatkan 90.000 Web Untuk Rekrutmen di Dunia Arab

Jordan, 2 Rajab 1437/10 April 2016 (MINA) – Ekstrimis memanfaatkan sekitar 90.000 halaman/web untuk merekrut orang di dunia Arab, kata Letnan Muhammad Jarrah dari Departemen Keamanan Pencegahan teknologi informasi dan kantor sosial media

Dia mengatakan banyaknya web yang mempromosikan ideologi ekstrimis Daesh, menargetkan anak muda usia 20-25 tahun. Lebih dari 40.000 halaman non-Arab, kata Omar memberitakan ide yang sama.

“Ini bukan saja dalam semalam; ekstremis menanamkan ideologi mereka secara bertahap, dengan satu atau dua perhari, sampai [halaman atau situs web] mulai menarik mereka untuk berpikir sesuai dengan apa yang dimaksud, “katanya kepada The Jordan Times yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dia menerangkan, ideologi ekstrimis kadang-kadang dipromosikan melalui akun palsu di jaringan media sosial.

“Mereka menargetkan dengan berpura-pura memiliki kepentingan yang sama, seperti mata pelajaran atau olahraga di universitas,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dia menambahkan game online yang di dalamnya ada adegan kekerasan yang dapat dengan mudah membujuk para gamer untuk bergabung dalam pertempuran di  kehidupan nyata, dan mereka tidak pernah dipantau.

Sementara itu, pejabat Departemen Keamanan Preventif Komunitas Perdamaian Pusat, Omar Khalayleh mengatakn sekitar 3.400 warga Arab bergabung dengan organisasi teroris setiap tahun sebagai akibat dari halaman/web atau hashtags yang mempromosikan ideologi ekstremis.

Dia mengatakan yang menjadi target para ekstrimis adalah pemuda yang berusia 20-25 tahun untuk bergabung dan mempromosikan ideologi mereka.

“Para pemuda selama bertahun-tahun memiliki gairah untuk segera melakukan petualangan; sulit untuk mengendalikan mereka dan sangat mudah untuk menanamkan ideologi dalam pikiran mereka,” katanya.

Letnan Mohammad Rbeihat, direktur departemen dari kantor penelitian, mengatakan persentase tertinggi rekrutmen online di Yordania tercatat di kota Jerash, diikuti oleh Ruseifa.

Sedangkan, Letnan Khalil Sagarat, direktur departemen kerjasama, mengatakan isu ekstremisme dimulai dengan “mengambil ayat-ayat Alquran dari konteksnya dan salah menafsirkan untuk melayani agenda teroris.

Dia menekankan pentingnya melaporkan setiap perilaku ekstremis kepada otoritas yang bersangkutan

Direktur Eksekutif Arab Student Aid International, Ameera Yaaqbeh mengatakan masalah utama terletak dalam kurikulum yang diajarkan kepada siswa di sekolah-sekolah.

“Kita harus mulai reformasi dengan mendeteksi dan mengatasi kelemahan dalam sistem pendidikan kita, yang kadang-kadang mengajarkan siswa untuk mengecualikan ‘yang lain’,” katanya.(T/P004/R01)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)