Emir Kuwait Dapat Kehormatan dari Presiden Turki

Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah mendapat kehormatan berupa Ketertiban Negara oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Ankara, 24 Jumadil Akhir 1438/ 23 Maret 2017 (MINA) – Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah mendapat kehormatan berupa “Ketertiban Negara” dari  Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan karena berkontribusi banyak untuk mengembangkan dan menumbuhkan persahabatan antara Turki dan Kuwait, Anadolu Agency melaporkan pada Selasa (21/3).

“Adikku sayang, karena Anda mewarisi tahta di Kuwait Anda telah berkontribusi banyak untuk mengembangkan dan menumbuhkan persahabatan antara Turki dan Kuwait,” kata Erdogan kepada IINA dikutip MINA, Kamis, dalam sebuah upacara di Istana Presiden di Ankara.

“Pendekatan terampil Anda di wilayah kami, yang menghadapi banyak masalah kritis, merupakan jaminan perdamaian dan stabilitas regional,” tambahnya.

Sebelum upacara, Presiden mengatakan kehormatan tersebut merupakan yang tertinggi baginya dan penghargaan itu sebagai pengakuan atas upaya penerima dalam menjalin hubungan antara Turki dan bangsa lain.

Sabah berterima kasih kepada Erdogan untuk penghargaan tersebut dan mengatakan hal ini mencerminkan hubungan yang mendalam dan kuat antara Turki dan Kuwait

Sabah disambut oleh Erdogan di istana untuk pertemuan pribadi dilanjutkan dengan  pertemuan antara para pejabat dari kedua negara.

Dalam perjanjian terpisah Sabah dan Erdogan telah menandatangani enam perjanjian, tiga diantaranya mengenai bantuan keuangan untuk pengungsi Suriah di Tenggara Turki dan lainnya berupa pertahanan, pariwisata, dan kerjasama terkait urusan agama.

Sabah tiba di Ankara pada Senin (20/3), di mana ia diharapkan dapat menemui sejumlah pejabat. Kunjungan Emir dipandang sebagai langkah lain dalam pengembangan hubungan Turki-Kuwaiti, dimana baru-baru ini Erdogan sedang “unggul”.

Kunjungan ini merupakan pertemuan Turki-Teluk keempat tersebut dalam lima minggu terakhir setelah Erdogan bertemu para pemimpin Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar selama perjalanan daerah pada pertengahan Februari lalu. (T/R12/RS1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)