Empat Pejabat Israel Mundur dari Kabinet Netanyahu

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (dok. Qudspress)

Tel Aviv, MINA – Empat pejabat Israel telah mengundurkan diri pada Ahad (9/6) meninggalkan kabinet perang Benjamin Netanyahu dalam masa perangnya di Gaza, Palestina.

Empat pejabat yaitu, Menteri Kabinet Perang Israel Benny Gantz, Mantan kepala staf Israel dan pengamat di Kabinet Perang Gadi Eisenkot, Komandan Divisi Gaza Brigadir Jenderal Avi Rosenfeld, dan Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Hili Tropper dari partai Gantz, Qudspress melaporkan.

Mereka mengundurkan diri karena gagal mengantisipasi serangan Hamas 7 Oktober lalu. Dalam konferensi pers yang diadakan di Tel Aviv, ketua partai Persatuan Nasional Benny Gantz mendesak Netanyahu untuk menyerukan pemilihan umum dini “sesegera mungkin.

“Jangan biarkan bangsa kita terpecah belah. Sayangnya, Netanyahu menghalangi kita mencapai kemenangan sejati. Oleh karena itu, hari ini, kami meninggalkan pemerintahan darurat dengan berat hati, namun dengan sepenuh hati,” kata Gantz.

Baca Juga:  Puncak Haji Hari Kedua: 120 Jamaah Indonesia Meninggal di Tanah Suci

“Untuk memastikan kemenangan yang sesungguhnya, sangatlah tepat jika pada musim gugur, setahun setelah bencana (7 Oktober), kita perlu mengadakan pemilu untuk membentuk pemerintahan yang mendapatkan kepercayaan dari rakyat dan dapat bertahan melawan krisis. Saya menyerukan kepada Netanyahu: tetapkan tanggal pemilu yang disepakati. Jangan sampai bangsa kita terkoyak,” imbuhnya.

Gantz juga meminta Menteri Pertahanan Yoav Gallant untuk mengundurkan diri dari pemerintahan Netanyahu.

“Menteri Pertahanan, Anda adalah pemimpin yang berani dan tekun, dan yang terpenting, seorang patriot. Saat ini, kepemimpinan dan keberanian berarti tidak hanya mengatakan apa yang benar namun melakukan apa yang benar,” kata Gantz.

Sementara, itu mengutip Anadolu Brigadir Jenderal Avi Rosenfeld saat konferensi mengundurkan mengatakan kegagalannya dalam menangani perang.

Baca Juga:  MUI Kecam Serangan Israel Saat Shalat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa

“Pada tanggal 7 Oktober, saya gagal dalam misi seumur hidup saya untuk melindungi komunitas perbatasan Gaza,” kata Rosenfeld.

“Setiap orang harus bertanggung jawab atas perannya dan sayalah yang memimpin Divisi 143,” tambahnya.

Sebelumnya, pada bulan April, Kepala Direktorat Intelijen Militer (AMAN) Angkatan Darat Aharon Haliva juga telah mengundurkan diri karena kegagalan yang terjadi pada 7 Oktober.[]

Mi’raj News Agency (MINA)