Empat Strategi Pemerintah Stabilkan Harga Pangan

Jakarta, MINA – Kenaikan harga pangan jelang bulan puasa dan lebaran seringkali dianggap wajar dan sebuah kebiasaan yang normal oleh masyarakat. Pemerintah sendiri berupaya agar harga makanan pokok tetap stabil.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhr mengungkapkan, Kemendag bersama sejumlah stakeholder terkait mempunyai empat strategi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.

“Pertama adalah penguatan regulasi, yakni terkait harga acuan dan harga eceran tertinggi (HET), serta pendaftaran seluruh pelaku distributor secara online tanpa biaya di seluruh daerah, sehingga kami punya catatan semua hal terkait bahan pangan dan bisa kita awasi,” ujarnya.

Berbicara pada Forum Merdeka Barat yang digelar di Gedung Kominfo, Jakarta, Jumat (11/5), Kasan mengungkapkan, strategi kedua adalah sinergitas antarkementerian dan lembaga yang juga melibatkan dunia usaha dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kita bersinergi dari pusat sampai ke daerah, kami di Kemendag, Kementan, Bulog, Satgas Pangan, Kemendagri, dan Pemda, kita juga libatkan dunia usaha dan BUMN. Jadi downline dari produsen sampai pengecer juga kita tetapkan,” terang Kasan.

Strategi ketiga, lanjutnya, adalah dengan melakukan pemantauan dan pengawasan secara online maupun terjun langsung ke lapangan yang dilakukan tidak hanya saat bulan puasa dan lebaran saja, tetapi sampai akhir tahun.

“Jadi kita monitor secara online setiap hari. Pengawasan kita tahun 2018 ini, pak Menteri (Mendag) sudah menugaskan Eselon I ke daerah untuk memantau dan bekerja sama dengan Satgas Pangan, Pemda, Bulog, distributor, memastikan kondisi stok dan harga bahan pokok, ini sampai akhir tahun,” jelasnya.

Sedangkan strategi terakhir adalah melakukan penetrasi pasar ke pasar rakyat dan ritel modern. Ini yang harus dipahami bahwa kita semua bisa stabilkan harga jelang puasa dan lebaran.

“Salah kaprah masyarakat itu mengenai kenaikan harga yang wajar. Tugas kita adalah meluruskan asumsi itu. Jangan dianggap lumrah,” katanya.

Turut hadir sebagai narasumber antara lain Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso. (L/R06/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0