Empat Wanita Bersaudara Gaza Kembangkan Lahan Pertanian

Gaza, MINA – Empat wanita bersaudara di desa Abu al-Ajen, Deir al-Balah, Jalur Gaza bagian tengah, sedang mengembangkan lahan pertanian seluas 0,5 ha (5.000 m2).

Mereka adalah Zainab Bashir (30 tahun), Nadine Bashir (28), Amani Bashir (28 tahun) dan Doaa Bashir (26 tahun).

Media Safa edisi 24 Oktober 2021 menyebutkan, mereka para wanita berjilbab mengerjakan pekerjaan yang biasanya dilakukan kaum lelaki. Mulai dari membajak dan meratakan tanah, menabur benih, dan kemudian menyiramnya untuk menghasilkan varietas sayuran dan rempah-rempah.

Mereka secara sederhana mampu menopang ketahanan pangan dengan menghasilkan berbagai tanaman, seperti : kol, lada, jagung dan kubis. Mereka pun memasarkannya secara lokal di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah.

“Saya walaupun sarjana jurusan bahasa Arab, saya mendapat ide untuk menambah pekerjaan untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Nadine Bashir.

Ia kemudian mengajak saudara perempuan dan kerabatnya untuk memulai bekerja, dengan mengolah lahan yang letaknya dekat dengan tempat tinggal mereka.

“Percobaan pertama berhasil, dan kami akan mencoba tanaman lainnya. Kami juga mendapat dukungan suami kami,” lanjutnya.

Dia menambahkan, meskipun pekerjaan cukup menyita tenaga, namun mereka berempat merasa bahagia dan puas, menjadi wanita yang produktif, daripada duduk di rumah tanpa bekerja. “Bekerja seperti ini bukanlah aib, bahkan jika itu sesulit bertani,” ujarnya.

Menurutnya, bekerja di tanah pertanian bukanlah monopoli laki-laki. “Perempuan mampu berkreativitas dan berkarya di segala bidang,” imbuhnya.

Apalagi lanjutnya, ketika situasi ekonomi yang sangat sulit saat ini, pekerjaan seorang pria tidak cukup untuk menyediakan semua kebutuhan hidup bagi keluarganya.

Adapun Amani Bashir, sadaranya, adalah lulusan Webs Desain. Dia ikut bekerja di bidang pertanian karena kelangkaan kesempatan pekerjaan di bidang spesialisasinya pada masa pandemi saat ini.

“Sambil menunggu pesanan desain webs terbuka kembali, saya datang mengolah sebagian tanah yang berdekatan dengan kami dengan cara yang sederhana,” ujarnya.

Dia menekankan, sangat penting menciptakan kesempatan kerja bagi perempuan melalui institusi, baik pekerjaan yang dapat dilakukan di dalam maupun di luar rumah mereka, dengan tetap menjaga kehormatan, martabat, kemanusiaan dan status mereka.

Ia meminta lembaga-lembaga untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga, terutama kaum perempuan, bukan hanya bantuan tunai langsung. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)