ENAM PROSES PENCIPTAAN ALAM SEMESTA DAN BUMI DALAM AL-QURAN

Earth and Space (telegraph)

Oleh: Royhanul Iman, Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam STAI Al-Fatah CileungsiBogor, Jawa Barat

Banyak terdapat penjelasan tentang proses terbentuknya langit dan bumi di dalam Al Qur’an, salah satunya: “Dan sumgguh, kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami tidak merasa letih sedikitpun.” (Qs. Qaf: 38).

Dari ayat di atas sudah dapat dipahami bahwa pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya ialah Allah proses penciptaan tersebut terjadi selama enam masa, namun sebenarnya banyak yang berbeda pendapat dalam menafsirkannya mulai dari enam hari, enam masa, enam periode, dan enam tahapan. Satu hari bukan berarti 24 jam, dalam Al Qur’an pun diumpamakan secara berbeda-beda, ada yang 1.000 tahun (Qs. Al Hajj: 47) dan 50.000 tahun (Qs. Al-Ma’arij: 4), belum ada penafsiran pasti tentang itu.

Dalam Qs. An-Nazi’at:27-33, para ahli mengambil kesimpulan bahwa proses penciptaan langit dan bumi terjadi dalam enam masa atau enam periode, urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, yang artinya sebagai berikut:

“Apakah penciptaanmu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? [27], Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyemperunakannya [28], dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang) [29], dan setelah itu bumi Dia hamparkan [30], darinya Dia pancarkan mata air dan (ditumbuhkan) tumbuhan-tumbuhannya [31], dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh [32], (semua itu) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu. [33]”. (Qs. An-Nazi’at: 27-33).

big_bang1
The Big Bang Theory

Masa Pertama (Qs. An-Nazi’at: 27) 

Pada masa atau periode ini, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut Big Bang, ledakan besar tersebut sebagai awal lahirnya ruang dan waktu, termasuk materi.

Dari ledakan besar tersebut terbentuklah awan debu atau dukhan, ketika dunkhan berkondensasi sambil berputar dan memadat disitu terbentuk unsur hidrogen, saat temperature dunkhan mencapai 20 juta derajat selsius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen, lalu sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red.

Masa Kedua (Qs. An-Nazi’at:28)

Ayat ini menerangkan tentang proses pengembangan dan penyempurnaan, dalam ayat ini terdapat kata “meninggikan bangunan” yang memberi pengertian bahwa alam semester mengembang, galaksi-galaksi saling menjauh dan langit makin tinggi, sedangkan kata “menyempurnakan” memiliki arti bahwa alam ini tidak semata mata terbentuk, melainkan sebuah proses evolutif atau bertahap.

Masa ketiga (Qs. An-Nazi’at: 29)

Di ayat tersebut terdapat kalimat “Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang)” Masa ini adalah dimana terbentuknya matahari sebagai sumber cahaya dan bumi berotasi sehingga terjadi siang dan malam.

Masa keempat (Qs. An-Nazi’at: 30)

Pada masa ini daratan bumi muncul, dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet diantaranya adalah Bumu. Penghamparan yang dimaksudkan adalah pembentukan superkontinen pangaea di permukaan Bumi. Ketika bumi baru terbentuk belum ada daratan yang ada hanyalah batuan-batuan yang berpijar dengan suhu ratusan derajat selsius.

comet-hartley-2-earth-ocean
hidrogen yang terdapat pada komet bereaksi dengan unsur-unsur yang ada dibumi kemudian menjadi uap dan turun sebagai hujan (space)

Masa kelima (QS.An-Nazi’at:31)

Dalam ayat 31 ini menunjukan bahwa dimana terjadi evolusi bumi dari tidak ada air menjadi ada air, air tersebut berasal dari komet yang menghantam bumi, hydrogen yang terdapat pada komet berekasi dengan unsur-unsur yang terdapat di bumi dan terbentuk uap air, uang air ini kemudian turun sebagai hujan. Bukti air berasal dari komet ialah rasio deuterium dan hidrogen pada air laut sama dengan rasio pada komet, semua kehidupan berasal dari air, setelah air muncul kehidupan seperti tumbuhan-tumbuhan pun bermunculan.

Masa keenam (Qs. An-Nazi’at: 32-33)

Gunung-gunung dipancangkan artinya, gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan. Gunung memiliki akar di dalam tanah atau bisa disebut juga pasak, fungsi gunung ialah menyetabilkan kerak bumi mencegah goyangnya tanah. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat 33, setelah terbentuknya gunung, terciptalah hewan dan manusia.(T/roy/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Sumber:

Buku: Penciptaan Bumi dalam perspektif al-quran dan sains

http://al-habib.info/review/al-quran-gunung-sebagai-pasak.htm

https://misykatulanwar.wordpress.com/2008/06/10/proses-penciptaan-alam-semesta-dalam-enam-masa/

http://basukiahmaddanuri.blogspot.com/2010/12/tafsir-surat-naziat-disarikan-dari-fii.html

Comments: 0

  1. Assalamualaikum wr.wb,
    Allah telah berfirman pada surat hud ayat 7.
    Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

    setelah Allah menciptakan makhluk ghaib yaitu malaikat dan jin , malaikat daripada cahaya dan jin daripada api yg sangat panas, Allah menginginkan penciptaan makhluk nyata yaitu manusia dll, untuk itu Allah menciptakan bumi terlebih dahulu lantas langit.

    surat hud ayat 7 diatas ini menjelaskan bahwa, langit dan bumi pada mulanya bersal dari unsur yg satu, yaitu air (sesuatu yg cair) kemudian menjadi 2 benda yg berlainan yaitu atom dan asap(dukhan) hidrogen.
    pada awalnya kedua bahan ini ritqun (bersatu padu) kemudian terpecah(fatqun). Dari atom terbentuk bakal bumi dan dari asap(dukhan) hidrogen terbentuk bakal langit.

    mengingat firman Allah yg berbunyi,
    Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui,
    bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu.
    Kemudian Kami pisahkan antara keduanya (masing-masing dibentuk-Nya).
    Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.
    Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?.”
    (QS. AL-ANBIYAA’:21:30)

    sesuatu yg padu tidak selalu mengartikan padat terutama dengan ayat diatas ini.

    menurut teori big bang penciptaan alam semesta melalui sesuatu titik besar yg padat sehingga pada suatu massa tertentu telah mengalami peledakan besar.mustahil jika ada benda padat yg begitu besar dapat berisikan gas sehingga mengalami peledakan yg sangat hebat.

    sebenarnya kesimpulan dari surat al-anbiyaa ayat 30 diatas sbb,
    langit dan bumi pada mulanya bersal dari unsur yg satu, yaitu air (sesuatu yg cair) kemudian menjadi 2 benda yg berlainan yaitu atom dan asap(dukhan) hidrogen.
    pada awalnya kedua bahan ini ritqun (bersatu padu) kemudian terpecah(fatqun). Dari atom terbentuk bakal bumi dan dari asap(dukhan) hidrogen terbentuk bakal langit.

    tentu kita bertanya mengapa air (sesuatu yg cair)?
    lihatlah penciptaan malaikat dan jin sebelum penciptaan langit dan bumi, begitu panasnya suhu penciptaan mereka,dengan kata lain dengan suhu yg amat tinggi terjadilah pembentukan molekul/atom-atom seperti hidrogen dll.
    “Kabut alam semesta” itu sendiripun terdiri dari segala materi lahiriah-nyata-fisik penyusun seluruh alam semesta ini, dalam bentuk ‘uap’ dari unsur terkecilnya (‘Atom’). Atom juga adalah bentuk setiap materi-benda dalam keadaannya yang paling panasnya. Dan seluruh Atom di alam semesta ini bercampur-baur, bertumbukan dan bergerak dengan amat sangat bebas dan cepat ke segala arah, akibat dari adanya “energi awal alam semesta” yang amat sangat panas tersebut.
    Tentu saja setiap Atom itupun tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, akan tetapi jika telah bercampur dalam jumlah yang amat sangat banyak seperti di atas, maka bentuknya akan berupa ‘kabut atau asap’. Sedang jika dilihat dari dekat, asap atau kabut itupun tetap tidak terlihat mata telanjang. Secara sederhananya, “kabut alam semesta itu adalah kabut dari atom-atom gas hidrogen yang sedang terbakar”.

    Hal inilah yang dimaksud dalam surat Al-Anbiyaa’ ayat 30 di atas, tentang “masih bersatu-padunya langit dan Bumi” pada saat awal penciptaan alam semesta ini, karena Bumi, beserta segala benda langit lainnya (bintang, planet, komet, meteor, dsb) memang masih melebur dan menyatu dalam ‘suatu kabut’ (atau sama-sekali belum berwujud).

    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid
    Segala zat ciptaan-Nya di seluruh alam semesta ini (benda mati dan makhluk hidup, nyata dan gaib) pasti berasal dari suatu ketiadaan, lalu diciptakan oleh Allah, Yang Maha pencipta dan Maha kuasa. 9)