Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erdogan: Krisis Gaza Bukti Runtuhnya Tatanan Global Saat Ini

Rudi Hendrik - Sabtu, 2 Maret 2024 - 01:15 WIB

Sabtu, 2 Maret 2024 - 01:15 WIB

16 Views

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan. (Foto: dok. AA)

Antalya, MINA – “Krisis Gaza adalah bukti runtuhnya tatanan global saat ini,” kata Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (1/3), merujuk pada konflik di Suriah, Yaman, Libya, dan Ukraina.

Berbicara di Forum Diplomasi Antalya, Erdogan mengatakan, abad ini telah berubah menjadi era krisis karena tatanan internasional yang berdasarkan aturan telah kehilangan makna dan menjadi “tidak lebih dari sekedar slogan.”

“Sistem internasional saat ini, tanpa konsep fundamental seperti solidaritas, keadilan, dan kepercayaan, tidak dapat memenuhi tanggung jawab minimal sekali pun,” tambahnya dalam pidatonya pada acara tersebut, yang diadakan di pantai Mediterania selatan Turkiye. Anadolu melaporkan.

Mengenai serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 30.000 warga Palestina, ia mengatakan negara-negara Barat yang tanpa syarat mendukung Tel Aviv “terlibat dalam pertumpahan darah dengan kebijakan munafik mereka.”

Baca Juga: Bulan Sabit Merah Serukan Penyelidikan Kejahatan Israel di Gaza

“Apa yang terjadi di Gaza bukanlah konflik, ini adalah genosida, karena perang pun mempunyai aturannya sendiri,” katanya.

“Saya berbicara tentang pengkhianatan, penargetan yang tidak terhormat, kebiadaban yang tidak memiliki rasa hormat,” tambahnya.

Erdogan juga mengkritik tajam organisasi-organisasi internasional atas apa yang disebutnya sebagai “kelemahan dan disfungsi” mereka.

“Kita telah melihat betapa lemah dan tidak berfungsinya lembaga-lembaga internasional seperti Dewan Keamanan PBB, yang tugasnya menjamin perdamaian global, Uni Eropa dan lainnya,” ujarnya. (T/RI-1/R1)

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Myanmar Meningkat Lebih dari 3.085 Orang

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Beberapa Mahasiswa Columbia Rantai Diri di Gerbang Universitas Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Eropa
Dunia Islam
Palestina