Semarang, MINA – Pakar kajian Baitul Maqdis asal Palestina, Syaikh Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi mengatakan bahwa para pembebas Masjidil Aqsa memiliki ciri gemar shalat tahajud.
“Ruhiyah pejuang di jalan Allah diawali dengan Surat Al-‘Alaq perintah membaca kemudian dilanjutkan Surat Al-Muzzammil perintah shalat tahajud,” ujar Syaikh El-Awaisi pada Pembukaan Daurah Baitul Maqdis Saladin Camp VI di Gedung Islamic Center Asrama Haji Semarang, Jumat (21/11).
“Bagaimana mau membebaskan Al-Aqsa kalau untuk shalat tahajud saja tak mampu,” ujarnya di hadapan sekitar 70 peserta daurah bertema “Meningkatkan Literasi Umat untuk Pembebasan Masjidil Aqsa dan Palestina”.
Ia menjelaskan, bagaimana syaitan mengalir melalui aliran darah. Lalu ketika waktu shalat tahajud tiba, syaitan berbisik, “Tidak usah bangun, kamu sudah capai berjuang, lelah berusaha, tidak perlu bangun shalat tahajud.”
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Memburuk, AQI Capai 142 dan Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Syaikh El-Awaisi menambahkan, bagian lainnya sebagai penunjang perjuangan Al-Aqsa adalah pentingnya ilmu tentang Al-Aqsa dan Baitul Maqdis.
“Ilmu yang manfaat sebagai dasar perjuangan, karena itu mencarianya perlu dengan kesabaran. Dengan sabar ilmu masuk ke akal, sampai ke hati, dan bisa disampaikan dengan lisan ke umat hingga manfaat,” ujar cendekiawan asal Palestina itu berpesan kepada para peserta.
Daurah yang digelar oleh Aqsa Working Group (AWG) Wilayah Jawa Tengah diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai daerah dari Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan Jakarta. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Cuaca Jakarta Kamis Ini Cerah Berawan, Malam Hujan Merata
















Mina Indonesia
Mina Arabic