Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum MES

Jakarta, MINA – Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode bakti 2023-2025, menggantikan Wimboh Santoso, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terpilihnya Erick berdasarkan hasil sidang Tim Formatur Munas MES V yang digelar di Jakarta dan secara virtual pada Sabtu, (23/1).

Dalam sambutannya, Erick menyampaikan apresiasi kepada para pengurus MES yang telah memberikan amanah kepada dirinya.

Ia mengatakan, amanah itu akan sangat berat dalam situasi saat ini.

“Tapi, Insya Allah dengan gotong royong dan kebersamaan, tantangan yang kita hadapi saat ini Insya Allah bisa kita laksanakan,” kata Erick.

Ia menuturkan Covid-19 menjadi tantangan yang amat berat karena menghantam sendi-sendi perekonomian. Baik dunia usaha, UMKM, dan seluruh masyarakat.

Erick menyatakan, amanah yang diberikan kepadanya harus  dijalankan sebaik-baiknya sekaligus meneruskan program-program yang telah dilakukan oleh ketua umums ebelumnya.

“Kita harus tetap optimis karena saya yakin Indonesia akan bangkit ekonominya di tahun 2023,” katanya.

Menurut Erick, tahun 2022 mendatang diyakini pergerakan ekonomi akan mulai mengalami peningkatan, karena itu seluruh pemangku kepentingan bersama masyarakat, harus menyiapkan fondasi yang kuat sejak saat ini.

“Ketika kita sudah mulai terasa naik, kita sudah siap, kita sudah menyusun bata-bata, sehingga terbangun jalan-jalan yang bisa kita jalani bersama-sama untuk menjaga negara yang kita cintai ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Erick langsung memaparkan beberapa gambaran program yang akan dia lakukan selama menjabat tiga tahun ke depan.

Pertama, mengembangan pasar industri halal di dalam dan luar negeri. Menurutnya, hal itu harus dilakukan karena Indonesia punya pasar yang besar.

Selanjutnya, mengembangkan industri keuangan syariah nasional. “Ini harus kita tingkatkan apalagi sekarang tren digital sudah terjadi. Suka tidak suka, kita harus memperkuat fintech dan industri keuangan syariah secara modern tanpa meninggalkan kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut Erikc, keuangan syariah harus mendorong iklim investasi yang bersahabat. Melibatkan pengusaha daerah agar kesenjangan yang terjadi di tengah masyarakat bisa mulai diperkecil. Karena itu, keuangan syariah harus bisa melahirkan bibit-bibit pengusaha daerah yang berperan besar dalam membangun wilayahnya masing-masing.

“Kemudian, pembinaan yang dimulai dari pedesaan secara berkelanjutan agar kita memiliki fondasi keuangan syariah yang kuat dimulai dari titik nol di desa,” katanya.

Erick mengajak para pemangku kepentingan, termasuk seluruh pengurus MES untuk selalu saling bertukar pikiran, ide dan gagasan. Sebab, menurut Erick, ujung tombak MES dan kemajuan ekonomi dan keuangan syariah ada para pengurus MES.

“Kami ingin berkolaborasi dengan semua MES. Program-program yang dilakukan harus riil, nyata, dan diimplementaskan,” katanya.

Program selanjutnya, mengembangkan industri keuangan syariah nasional. “Ini harus kita tingkatkan apalagi sekarang tren digital sudah terjadi. Suka tidak suka, kita harus memperkuat fintech dan industri keuangan syariah secara modern tanpa meninggalkan kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut Erick, keuangan syariah harus mendorong iklim investasi yang bersahabat. Melibatkan pengusaha daerah agar kesenjangan yang terjadi di tengah masyarakat bisa mulai diperkecil. Karena itu, keuangan syariah harus bisa melahirkan bibit-bibit pengusaha daerah yang berperan besar dalam membangun wilayahnya masing-masing.

“Kemudian, pembinaan yang dimulai dari pedesaan secara berkelanjutan agar kita memiliki fondasi keuangan syariah yang kuat dimulai dari titik nol di desa,” katanya. (R/R4/P2)

Mi’raj News Agency MINA