Evaluasi OJK 2015

konferensi Pers OJK di Hotel Shangri-la Jakarta (foto : Rizki Aldy / MINA)
Konferensi Pers OJK di Hotel Shangri-la Jakarta (foto : Rizki Aldy / MINA)

Jakarta, 22 Rabi’ul Akhir 1437/1 Februari 2016 (MINA) – Kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) tahun lalu mengalami peningkatan jumlah aset dan layanan masyarakat yang membuat bangga OJK, Meskipun kondisi perekonomian global mengalami tekanan deflasi, seperti Amerika Serikat (AS) yang menuju pemulihan ekonomi, akan tetapi IKNB tidak mengalami dampak atau guncangan langsung sehingga tidak ada potensi risiko yang akan dialami oleh IKNB.

Dalam rangka mendukung keberhasilan program strategis, pemerintah mencanangkan pembangunan insfrastriktur dan peningkatan kapasitas UMKM termasuk start-up company, serta ketahanan pangan yang di dukung oleh OJK di bidang perusahaan perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Penjaminan. Pada konferensi pers yang diadakan OJK di Hotel Shangri-la Jakarta.

“Oleh karenanya, OJK membentuk beberapa Pokja dan berinisiatif mendorong Asosiasi IKNB untuk memberi dukungan secara langsung.” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Firdaus Djaelani.

Data Statistik Industri Perasuransian sampai bulan Desember 2015 menunjukan, jumlah Perusahaan Asuransi terdiri atas 50 Perusahaan Asuransi Jiwa, 76 Perusahaan Asuransi Umum, 6 Perusahaan Reasuransi, 3 Asuransi Wajib dan 8 Perusahaan Asuransi Syariah. Perusahaan Jasa Penunjang Asuransi terdiri atas Perusahaan Pialang Asuransi, 37 Perusahaan Pialang Reasuransi, dan 28 Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi.

Jumlah premi asuransi konvensional selama tahun 2015 sebesan Rp181,47 Triliun, sedangkan jumlah klaim sebesar Rp104,87 Triliun. Selain itu jumlah kontribusi asuransi syariah selama tahun 2015 sebesar RplO,49 Triliun, sedangkan jumlah klaim bruto sebesar Rp3,34 Triliun.

Statistik Lembaga Pembiayaan 2015

Selama tahun 2015, jumlah aset Perusahaan Pembiayaan tumbuh 1,25% menjadi sebesar Rp425,72 Triliun, sedangkan aset Perusahaan Modal Ventura menjadi sebesar Rp8,9 Triliun. Selain itu, jumlah aset Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur tumbuh 174,69% menjadi sebesar Rp38,24 Triliun.

Sementara itu, data statistik Dana Pensiun selama tahun 2015, jumlah aset neto Dana Pensiun tumbuh 6,3% menjadi sebesar Rp205,05 Triliun. Selain itu, jumlah investasi Dana Pensiun juga tumbuh 6,9% menjadi Rp199,05 Triliün. (L/Rzk/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)