G20 Sepakat Atasi Masalah Limbah Plastik Laut

Dok foto: Anadolu Agency (AA)

Karuizawa, MINA – Para Menteri Lingkungan dan Energi dari negara-negara anggota G20 sepakat untuk menguraikan kerangka kerja internasional baru dalam mengatasi masalah limbah plastik laut.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan mereka di Karuizawa, Prefektur Nagano, Jepang, pada Ahad (16/6), demikian JapanTimes melaporkan.

Menteri Lingkungan Jepang Yoshiaki Harada mengatakan, Jepang mengusulkan kerangka kerja yang bisa diterapkan pada limbah plastik laut yang melibatkan negara-negara berkembang dan kurang berkembang, dan hal itu disambut oleh negara-negara anggota.

Jepang juga menyerukan kepada negara-negara G20 untuk berbagi informasi tentang kebijakan, rencana, dan langkah-langkah mereka dalam mengidentifikasi praktik terbaik, untuk mencegah dan mengurangi pembuangan sampah plastik ke laut.

Selain itu, kerangka kerja ini menyerukan kolaborasi internasional di sejumlah bidang yang terkait dengan kerusakan lingkungan akibat limbah tersebut. Ini termasuk menggunakan sumber daya lebih efisien, mengembangkan manajemen limbah yang lebih baik, praktik teknologi pengolahan air, dan menciptakan produk serta desain yang lebih ramah lingkungan.

“Setiap negara akan mengambil tindakan sukarela dan akan melaporkan kegiatan mereka secara berkala,” kata Yoshiaki Harada.

Ia menambahkan, setiap negara hendaknya berkomitmen untuk mengurangi memproduksi ‘plastik sekali pakai’.

Akan tetapi, lanjutnya, karena anggota negara G20 mencakup negara-negara dengan tingkat kekayaan dan perkembangan teknologi yang sangat berbeda, adalah penting bahwa negara-negara maju dan berkembang memiliki standar tujuan yang sama dalam bekerja untuk menyelesaikan masalah plastik.

Para pejabat Jepang mengatakan, pertemuan G20 pertama untuk membahas masalah-masalah ini akan berlangsung sebelum kepresidenan Jepang di kelompok ini berakhir pada bulan November.

Polusi plastik telah menjadi keprihatinan internasional yang meningkat, terutama setelah larangan yang diberlakukan oleh China dan negara-negara lain pada impor limbah plastik dari luar negeri. (T/Ais/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)