Gaet Wisatawan Indonesia, Taiwan Gencar Promosikan Pariwisata Halal

Jakarta, MINA – Taiwan melalui biro dan industri pariwisatanya tengah gencar mempromosikan paket pariwisata halal untuk menggaet pelancong muslim seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Wakil Direktur Biro Pariwisata Taiwan Kantor Kuala Lumpur, Cindy Chen mengatakan, fihaknya sangat serius mementingkan kemudahan dalam akses pariwisata halal di negeri Formosa yang berarti pulau yang indah itu.

“Melihat jumlah penduduk muslim di Indonesia salah satunya terbesar di dunia, tentu kami ingin menarik wisatawan muslim agar datang ke Taiwan. Salah satunya menyediakan banyak restoran yang bersertifikat halal dan fasilitas beribadah seperti mushola di tempat-tempat wisata,” ujarnya saat Lokakarya Pariwisata Taiwan di Jakarta Senin malam (25/2).

Cindy Chen menjelaskan, saat ini sudah ada lebih dari 176 hotel dan restoran di seluruh Taiwan yang telah menerima sertifikasi halal.

Lokakarya promosi pariwisata yang digelar Taiwan Visitors Association Jakarta itu diikuti berbagai biro dan industri pariwisata Taiwan dan juga agen travel-travel yang ada di Indonesia. Berbagai destinasi wisata diperkenalkan mulai dari objek wisata, keberagaman budaya hingga kuliner Taiwan yang sudah bersertifikat halal.

“Kegiatan promosi pariwisata Taiwan ini ada 88 peserta dari 21 instansi yang akan memberikan informasi terbaru pariwisata Taiwan,” kata Pemimpin Delegasi Biro Promosi Pariwisata Taiwan Jan-Der Chen.

Menurut Jan-Der Chen, wisatawan Indonesia yang datang ke Taiwan pada 2018 mendekati 200 ribu orang, naik 11 persen dibandingkan tahun 2017.

Dia mengatakan, pihaknya menargetkan pasar wisata Indonesia yang mencapai delapan juta orang ke luar negeri,  untuk lebih tertarik berwisata ke Taiwan.

“Kami berharap melalui hubungan yang lebih akrab dari kedua pihak dapat membuat warga Indonesia mengenal Taiwan dengan keanekaragamannya,” tambahnya.

Kepala Perwakilan, Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta, John C. Chen menyatakan dengan perpaduan unik dari budaya, pemandangan indah, kuliner yang beragam, kehidupan kota yang menarik dan industri perhotelan yang berkembang dengan baik, Taiwan adalah tujuan ideal bagi wisatawan dari berbagai latar belakang.

“Taiwan menerapkan penyerdehanaan proses pengajuan visa bagi warga Indonesia agar lebih mudah dan praktis berwisata ke Taiwan,” jelasnya.

Chen mengatakan agar setiap wisatawan muslim yang berkunjung ke Taiwan bisa merasa aman dan nyaman, beberapa tahun terakhir ini Taiwan dengan agresif mempromosikan fasilitas ramah bagi umat Muslim.

Berdasarkan peringkat terbaru tahun 2018 “Global Muslim Tourism Index (GMTI)” yang dikeluarkan oleh MasterCard, Taiwan berada di urutan ke-5 sebagai tujuan wisata negara NonMuslim, yang mana posisi ini melampaui Jerman, Australia, dan Amerika Serikat.

Menurut Chen, Taiwan yang kaya dengan sumber pariwisata, sering mendapat keyakinan dari laman website perjalanan internasional ternama, seperti Globe Spots yang memasukkan Taiwan di urutan ke-8 dalam 10 Rekomendasi Destinasi Wisata Dunia yang harus dikunjungi Tahun 2019. Selain itu, Booking.com juga memasukkan Taiwan dalam 5 besar destinasi wisata yang paling manusiawi dunia.

“Ini membuktikan bahwa Taiwan merupakan destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi,” tambahnya.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat berharap dengan tumbuhnya jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan juga akan mendorong pendapatan di bidang sektor pariwisata.

Dia menyampaikan bahwa wisatawan Muslim Indonesia tidak perlu khawatir jika berkunjung ke Taiwan.

“Meski penduduk yang beragam Islam di Taiwan hanya sekitar 300.000 jiwa, namun Taiwan menjadi salah satu negara yang memiliki lingkungan yang ramah bagi umat Islam,” imbuh Elly.

Promosi pesona wisata Taiwan ini merupakan rangkaian dari pameran pariwisata Astindo Travel Fair 2019 yang digelar di dua kota besar Indonesia, yakni di Jakarta dan Surabaya. Paviliun promosi pariwisata Taiwan juga hadir di acara puncak Astindo Travel Fair 2019 di Jakarta Convention Center, 22-24 Februari 2019.(L/R01/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)